Atasi Perwakilan Jogja dan Bandung, BM Band Lalui Perjalanan Panjang Merengkuh Juara Satu

Semua tim yang dinyatakan lolos diminta untuk hadir ditahap “Road To Pucuk Cool Jam 2020”. Mereka harus tampil di Phinisi Point di tanggal 30 November 2019.

Rupanya penampilan mereka direkam dan video setiap tim dikirim ke para juri. Ialah Armand Maulana dan Iga Massardi untuk band serta Bisma Karisma dan Ufa Sofura untuk ekskul. Ditambah dengan vote dari label Teh Pucuk Harum yang mana dipilih langsung oleh siswa dan siswi di tiap sekolah.

“Nah, waktu itu kita live audition setelah diseleksi dari 40 band dan disaring menjadi 20 band yang akhirnya bertanding di Makassar pada final (Road too Pucuk Cool Jam 2020) di Phinisi Point. Nah, waktu udah tampil di Phinisi Point, malamnya itu langsung diumumkan dan kita masuk lima besar yang akan dinilai langsung oleh juri. Jurinya itu Armand Maulana dan Iga Massardi, yang dinilai itu lewat video yang direkam di Phinisi Point”, ujar pria 17 tahun itu.

Tidak cukup lama berselang. Sekira hampir sebulan. Tepatnya pada 16 Desember 2019 pengumuman pun disampaikan untuk para pemenang di tujuh kota besar.

Read:  Tim SulSel Berjaya Di Jambore PATBM, Kadis PPPA SulSel Haturkan Selamat

Masing-masing satu pemenang untuk band dan ekskul yang sekiranya akan mewakili daerah audisi ke putaran final di Yogyakarta. BM Band pun menjadi pemenang untuk kategori band.

Adapun pengumumannya disampaikan langsung oleh empat juri melalui live di YouTube channel Pucuk Harum. Persiapan demi persiapan pun terus dilangsungkan oleh band binaan Sanggar Seni Bina Mentari, SMA Negeri 4 Bantaeng.

Read:  Breaking News: Balai Kartini Diserbu Pelajar, Ratusan Anak Antri Di Loket

Mereka mengakui persiapan sudah dilangsungkan cukup lama setelah mendaftarkan diri di tahap digital auditon. Hal itu disampaikan oleh Guru Pendamping mereka, yakni Hj Kartini Kurnia.

“Untuk BM Band persiapannya itu dimulai dari bulan November 2019. Kelompok band ini memang antusias untuk mengikuti ajang atau event dimana pun”, ujar Kartini yang kini sudah menjadi Guru di SMA Negeri 17 Makassar.

Kartini juga menyebutkan satu sosok yang cukup antusias dalam mengikuti berbagai event. Ialah sang Pemain Drum, Jabal Nurdiansyah.

Read:  Dimyati Nongpa Beri Wejangan Puluhan Babinsa se-Bantaeng

Diceritakan Kartini bahwa anak didiknya itu setiap melihat kompetisi baik daring maupun luring ingin selalu mendaftar. Hal itu yang membuat ia selain bangga dengan semangatnya juga cukup merasa heran dengan rasa antusias yang dimiliki anak didiknya.