
AMBAE.co.id – Bantaeng. Sekira pukul 20:53 WITA pada Kamis malam, 19 Maret 2026, Shalat Tarwih kembali dilanjutkan di Masjid Besar Taqwa Tompong di Kabupaten Bantaeng. Pelaksanaan shalat itu untuk ketigapuluh kalinya sejak perdana dihelat pada 18 Februari 2026.
Shalat Tarwih dipimpin Imam Ustadz Arsyad. Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong mengambil langkah ini pasca ditetapkannya 1 Syawal 1447 Hijriyah pada Sabtu lusa, 21 Maret 2026.
Melalui siaran langsung di sejumlah televisi nasional, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar mengatakan jika hasil pemantauan di wilayah Indonesia tidak melihatnya adanya hilal. Praktis Jum’at besok masih Ramadhan 1447 H, sebagaimana metode perhitungan Hilal.
“Pemantauan dari Papua sampai Sumatera tidak melihat adanya hilal. Saat ini baru mencapai 6 derajat,” kata Menag RI.
Sekretaris Pengurus Masjid Besar Taqwa Tompong, Muhtar Lutfi, S.Pd.I yang berbicara di atas podium menjelaskan jika Shalat Idul Fitri tahun ini diprediksi lebih awal mengalami perbedaan waktu pelaksanaan dengan metode Hisab yang dianut Muhamamdiyah. Namun demikian kata dia, masing-masing memiliki dasar dan dalil yang benar.

“Kita harus menghormati saudara-saudara kita yang akan lebaran besok. Apalagi Saya lihat tadi sudah ada yang melaksanakan Shalat Idul Fitri,” jelas Ustadz Aso, sapaan akrabnya.
Masjid Besar Taqwa Tompong yang berlokasi di Jalan Bete-bete Kabupaten Bantaeng itu menerapkan 2 model pelaksanaan Shalat Tarwih. Pertama, Shalat Tarwih sebanyak 8 raka’at yang mana Shalat Witir sebanyak 3 raka’at dipimpin oleh Imam kedua yakni Egi.
Usai Shalat Witir tersebut, Shalat Tarwih dipimpin kembali Imam Ustadz Arsyad hingga raka’at keduapuluh. Tiap dua raka’at ditutup dengan tahiyat serta berakhir dengan Shalat Witir 3 raka’at yang juga dipimpin Ustadz Arsyad.
Tampak pada Kamis malam, jama’ah masih memadati masjid itu hingga teras. Meskipun untuk Shalat Tarwih 20 raka’at terbilang hanya separuhnya saja yang didominasi usia lanjut. (*)
