Kini, walau telah berpindah sekolah, Kartini menyatakan bahwa dirinya masih sering berkomunikasi dan memantau BM Band.
Seiring dengan lolosnya BM Band ke Yogyakarta, dukungan demi dukungan pun didapatkan, tidak hanya dari guru, sekolah dan warga di Bantaeng.
Melainkan juga dari Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin. Bahkan mereka sempat bertemu di Rumah Jabatan dan diberikan fasilitas latihan di Makassar sebelum menuju ke acara final.
“Di sekolah itu kami latihan, kebetulan alat-alatnya lengkap soalnya sekolah kami punya sanggar. Namanya Sanggar Seni Bina Mentari (SSBM). Terus tepatnya tanggal 24 Januari memfasilitasi lagi buat latihan di Makassar. Tepatnya di Talassalapang sebagai titik kumpul. Itu studionya standar artis”, bebernya.
Bupati Bantaeng yang arahkan langsung ke sana. Dan juga difasilitasi penginapan, tempat latihan dan makan selama 2 hari (24-25 Januari 2020).
“Besoknya, tanggal 26 kita udah berangkat ke Jogja”, sela Ingwi yang tak henti-hentinya bersyukur atas dukungan yang selama ini didapatkan timnya.
Sesampainya di Yogyakarta banyak kegiatan yang mereka ikuti selama karantina. Terkhusus tempat karantina para peserta difokuskan di Darma Putra Residence UGM, Jalan Andong, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Satu diantaranya ialah workshop yang diisi langsung oleh musisi atau seniman ternama. Seperti dari Alffy Rev, musisi sekaligus YouTuber kelahiran Mojokerto, Jawa Timur.
“Disini kita melakukan beberapa kegiatan terlepas dari lomba sampai kompetisi. Kita lakukan workshop selama tiga hari terus kita having fun, ketemu teman baru, ketemu keluarga baru terus ketemu band baru”, tambah Ingwi.
Di workshop kata dia, timnya dibekali beberapa ilmu seperti bagaimana supaya tidak gugup di panggug atau bagaimana tips untuk pitching. Workshop itu sebagian dari Label yang khusus untuk artist.
“Dari mereka kita diajari untuk menjadi seorang bintang, itu harus punya label. Terus dari juri Iga Massardi sama Alffy Rev untuk band, yang dari tari itu Kak Bisma”, paparnya.


