Raih Medali Perak Olimpiade Nasional Bahasa Arab, Deisy dan Apmih Minta Maaf

Prestasi Deisy dan 2 rekannya di Olimpiade Nasional Bahasa Arab ke-3 Tingkat Nasional Tahun 2019.
Dari kiri ke kanan, Desy bersama Andis dan Zahra menunjukkan medali yang diraih dari ajang ONBA 2019 (13/11/19).

AMBAE.co.id – Jakarta. Konferensi Nasional II Bahasa Arab se-Indonesia yang dirangkaikan dengan Olimpiade Nasional Bahasa Arab (ONBA) ke-3 Tingkat Nasional Tahun 2019 sukses berlangsung sejak 10 hingga 12 November 2019 di Gedung PPPPTK Bahasa Kemendikbud RI di Jakarta Selatan.

Kontingen Kabupaten Bantaeng yang mewakili Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) pun ikut menorehkan prestasi di ajang bergengsi itu. Diwakili Deisy Ratnasari (Desy), siswi Kelas XI IPA 2 serta Azzahra Nandameilani (Zahra) dan Rezandis (Andis), masing-masing Kelas XI IPA 1.

Desy berhasil meraih medali perak, sementara Zahra dan Andis harus puas dengan medali perunggu. Menjadi hal luar biasa karena mereka berkompetisi dengan peserta yang datang dari 34 provinsi se-Indonesia.

Atas raihan itu, SulSel masuk urutan ke-15. Ketiga pelajar ini pun memohon maaf karena belum mampu mempersembahkan prestasi tertinggi di ajang tersebut.

“Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik. Meskipun, Alhamdulillah masuk 15 besar dari 34 provinsi”, ujar Desy kepada AMBAE dengan nada sendu, Rabu (12/11/19).

Hal senada disampaikan Muhammad Nur Apmih, Guru Pembimbing yang turut mendampingi 3 orang pelajar dari SMA Negeri 4 Bantaeng. Menurutnya, apa yang dipersembahkan belum sebanding dengan bantuan yang diterimanya dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Pemimpin SulSel secara pribadi (Red: HM Nurdin Abdullah dan Hj Liestiaty F Nurdin) dan Pemprov SulSel yang dengan tulus ikhlas memfasilitasi mereka.

“Insya Allah, semoga kedepan lebih baik lagi. Paling utama bagi Saya, anak-anak sudah mendapatkan pengalaman luar biasa, sekali lagi mohon maaf”, ujar Apmih.

Dia juga membeberkan sejumlah Tokoh Masyarakat yang memberi andil besar terhadap perjuangan peserta yang awalnya nyaris mengurungkan niatnya ikut lomba karena keterbatasan dana, akomodasi serta fasilitas. Karenanya, berangkatlah kata Apmih, dengan fasilitas yang justru jauh lebih representatif dan begitu “wah” diluar bayangannya.

“Ini jauh dari ekspektasi kami bahwa fasilitas yang kami gunakan sangat luar biasa mewah. Bahkan semua kebutuhan tinggal telepon saja ke Kepala BKPSDM SulSel, pak H Andi Asri Sahrun dan menghubungi seorang lagi teman”, beber dia.

Berkali-kali dirinya menitip kepada AMBAE agar pesan permohonan maafnya disampaikan dengan tegas dan seterang-terangnya. Terima kasih dia haturkan, demikian halnya kepada masyarakat Kabupaten Bantaeng yang juga sangat mendukung dalam segala hal.

Read:  Jurnalis Bantaeng Sadur Ilmu Lewat Pelatihan BaKTI Regional SulSel

Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia yang menjadi penggagas event tersebut, kembali akan menggelar lomba serupa di tahun mendatang. Lagi-lagi Apmih, Desy, Zahra dan Andis berharap kepedulian semua pihak atas pengembangan Bahasa Arab terhadap peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya melalui lomba itu. (*)