Atasi Perwakilan Jogja dan Bandung, BM Band Lalui Perjalanan Panjang Merengkuh Juara Satu

Saat tampil di acara puncak. Ingwi sang Gitaris merasa cukup gugup setelah melihat penampilan dari tim lain. Tapi, mereka tidak putus asa mengingat dukungan yang luar biasa dari berbagai pihak. Adapun untuk penampilan kategori band dilangsungkan mulai pukul sekitar 15:00 WIB hingga pukul 17:00 WIB.

Mengomentari penampilannya, Ingwi merasa bersyukur karena mereka mendapatkan cukup banyak pembeda dari tim lain sekaligus keuntungan bagi tim. Diantaranya soal genre mereka yang satu-satunya di ajang PCJ 2020 yakni Progressive Rock. Sedangkan untuk tim lain rata-rata Jazz, Pop dan beragam genre umumnya.

“Jujur di acara kali ini cuman sendiri yang pakai rock-progressive, yang lain itu jazz, alternative rock, pop. Terus di band kami itu cuman sendiri yang bawain lagu daerah”, akunya.

Dipaparkan pula jika BM Band, satu-satunya yang digawangi empat personil. Tidak ada Keyboardis (Pemain Keyboard), sedang lainnya lengkap.

“Di situ titik kelebihan kami karena kami bermain empat jadi kami harus saling menutupi kesalahan. Karena di dunia musik bermain empat itu tidak mudah. Bahkan untuk band papan atas saja, kalau tidak salah cuman ada satu yang bermain empat dengan sempurna, yaitu Mr. Big dan yang lain itu bermain lima (misalnya di gitar) ada gitar rythme tambahannya”, tutur Ingwi.

Saat pengumuman yang berlangsung di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida. Mereka merasa sangat bersyukur. Apalagi setelah mengalahkan pesaingnya yang cukup berat dari Bandung (Mahesa Band) dan Yogyakarta (Chopstick).

Read:  PHK No, Gubernur SulSel Sebut PT BLG di Pinrang Bisa Jadi Contoh

Adapun masing-masing mereka mengisi podium ke-2 dan 3. Perasaan haru tak bisa dibendung oleh tim dan juga pembina mereka, yakni Ahmad Aidil.

“Pastinya sangat senang karena hari ini anak-anak kita dari BM Band Smapat (SMA Negeri 4 Bantaeng) telah meraih juara satu di tingkat nasional. Ke depan yang pastinya saya sangat mengharapkan generasi penerus, agar siswa-siswa penerus di BM itu bisa selalu muncul dan tetap ada”, ujar Aidil yang kerap disapa kak Bento saat diwawancarai AMBAE secara khusus di Residence UGM.

Senada dengan ungkapan Aidil. Perasaan haru dan senang pun juga disampaikan langsung oleh Ingwi. Beliau juga mengatakan bahwa semoga ke depan BM Band bisa terus ada dan berkarya.

“Jujur setelah memenangkan event ini, Saya sendiri sedikit bingung harus bagaimana. Tapi, yang jelas intinya untuk Saya pribadi akan terus belajar dan terus berkarya”, ujar sang Gitaris BM Band.