Telorkan 3 Buku, Dosen Unismuh Nur Khadijah Razak Kini Bergelar Doktor UNM

 

Doktor UNM atas Nur Khadijah Razak.
Nur Khadijah Razak (kanan) memaparkan disertasinya saat Ujian Promosi Doktor di UNM (02/03/23).

AMBAE.co.idMakassar. Senang, terharu, dan lega. Itu yang dirasakan Nur Khadijah Razak, setelah meraih gelar Doktor pada Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Meski begitu, Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu, mengaku pencapaiannya bukanlah akhir dari perjuangan. Karena ada tanggung jawab besar ke depan dengan gelar yang dia dapatkan itu.

Setelah Promosi Doktor, pada Senin, 13 Februari 2023 di Gedung AD Lantai 5, PPS UNM, perempuan kelahiran Juli 1989 itu, kini punya nama lengkap: Dr. Nur Khadijah Razak, S.Pd, M.Pd. “Pengembangan Bahan Ajar Pragmatik Berbasis Blended Learning Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar” dipilihnya sebagai judul disertasinya hingga mengantarnya meraih gelar Doktor.

Nur, begitu dia akrab disapa punya pendidikan yang linier. Prodi (Program Studi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNM, tahun 2011 pada Strata 1 (S-1).

Untuk Magister, pada Prodi Pendidikan Bahasa Kekhususan Pendidikan Bahasa Indonesia, PPs UNM, 2014. Begitupun program doktoralnya pada Prodi Pendidikan Bahasa, PPs UNM, tahun 2023 ini.

Dosen tetap yayasan di Unismuh Makassar sejak 2015 itu mengungkapkan, selama menyelesaikan disertasinya, menghadapi berbagai tantangan. Terutama bagaimana mengembangkan bahan ajar Pragmatik berbasis blended learning, yang menurutnya sangat tidak mudah.

Read:  Tanggapi Laporan Masyarakat, Ombudsman RI Datangi Pasar Ikan Modern Muara Baru

Katanya, butuh pemikiran ekstra dalam merancang konsep materi secara sistematis sesuai kebutuhan mahasiswa sebelum melaksanakannya. Selain itu, jelasnya, dia harus keluar dari bidangnya, supaya mampu mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Karena posisinya tidak saja sebagai perancang alur pelaksanaan. Bahkan harus terjun langsung mengedit dan membuat sendiri tahap demi tahap proses pembelajaran, baik luring maupun daring, melalui LMS SPADA Unismuh Makassar.

Bersyukur kata Ibu dua anak itu, karena dapat menghasilkan tiga buku, yaitu Buku Pragmatik Berbasis Blended Learning, Buku Panduan SPADA Unismuh Makassar Berbasis Blended Learning untuk Dosen, dan Buku Panduan SPADA Unismuh Makassar Berbasis Blended Learning untuk Mahasiswa. Belum lagi pembuatan video Tutorial Konten SPADA Dosen dan Mahasiswa, serta Video Pembelajaran.

Pada waktu itu, memposisikan dirinya atas tugas dan peran ganda, tidak hanya sebagai peneliti, tetapi sebagai penulis, dan produser. Bahkan sekaligus sebagai sutradara pada pembuatan video pembelajaran tersebut.

“Selepas itu, terbaring di rumah sakit pun sudah Saya rasakan. Melawan titik terendah dalam hidup Saya yang sempat ingin berhenti melanjutkan studi S-3. Belum lagi anak-anak yang masih membutuhkan perhatian ekstra dari ibunya,” terang Nur.

Doktor UNM atas Nur Khadijah Razak.
Doktor Nur Khadijah Razak (kiri) bersama keluarga (02/03/23).

Dia yang juga tercatat sebagai alumnus SD Inpres Perumnas Antang II Makassar, tahun 2001 itu menyebut diri beruntung, punya keluarga yang selalu mendukungnya. Dukungan keluarga, diakui, sangat besar dalam proses penyelesaian Studi S-3nya.

Read:  Masuki Pasar Panakkukang, Dekranasda SulSel Bagikan Masker Untuk Pembeli dan Penjual

Tidak hanya dalam bentuk materi, tapi selalu mendo’akan, mensupport, juga menggantikan perannya sebagai Ibu di tengah kesibukannya dalam menyelesaikan studi. Malah hingga proses ujian dapat dilewati dengan baik, baik suami, anak, hingga kedua orang tua dan saudaranya selalu menyertai dan mendampingi secara fisik maupun paikologis.

Disampaikan Nur, alasan yang mendasari untuk menyusun disertasi tentang Bahan Ajar Pragmatik Berbasis Blended Learning. Pertama, bahwa bahan ajar yang digunakan sebelumnya masih memiliki kelemahan dan kekurangan dari segi penyajian materi yang tidak sistematis.

Kedua, sumber belajar pada mata kuliah Pragmatik yang digunakan di Perguruan Tinggi khususnya di Sulawesi Selatan, kebanyakan mengambil contoh kasus secara umum. Ketiga, metode pembelajaran dan media pembelajaran daring yang digunakan kurang variatif dan berinovasi.

Karya disertasi itulah yang dipaparkan saat Promosi Doktor di PPs UNM, ketika Makassar tengah diguyur hujan lebat. Saat itu, Nur Khadijah Razak didampingi Promotor Prof. Dr. H. Akmal Hamsa, M.Pd dan Kopromotor Dr. Syamsudduha, M.Hum.

Read:  Kahfi, Narasumber Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Berharap Mahasiswa Jadi Insan Berkompeten

Penguji Internalnya adalah Prof. Dr. Muhammad Rapi, M.S, Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Hum dan Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. Sedangkan Penguji Eksternal adalah Dr. Kasma F. Amin, M.Pd.

Alumnus SMP dan SMA Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Makassar itu, berharap disertasinya dapat memberi kemanfaatan. Yakni, pada penggunaan media pembelajaran, dosen dan mahasiswa tidak terpaku pada keterbatasan alat yang tersedia.

Juga mahasiswa dapat meningkatkan daya analisis dalam menganalisis konteks tuturan dalam kajian pragmatik. Selain itu, memudahkan mahasiswa dalam proses memahami materi yang disampaikan oleh dosen.

Manfaat lainnya adalah belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas melainkan dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dengan begitu, akan berdampak pada hasil belajar dan prestasi belajar mahasiswa.

Sebagai dosen, tentu dia menjalani profesinya penuh suka dan duka. Sukanya, kata Nur, karena dia bisa berdiskusi, bekerja sama dalam penelitian dan pengabdian bersama rekan-rekan dosen. Dia juga dapat berbagi pengalaman, baik itu dari bidang yang sama, bahkan di luar dari bidang keilmuannya.

“Dukanya, kadang jika saya tidak berhasil memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang materi yang diajarkan pada saat itu,” bebernya. (*)