
AMBAE.co.id – Makassar. Satu dari 15 provinsi di Indonesia, Sulawesi Selatan dinilai punya peluang besar dalam pengembangan Destinasi Wisata Ramah Muslim. Menguat dengan kedatangan Tim IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) yang bertandang ke Sulawesi Selatan selama 2 hari, 19 hingga 20 Agustus 2025.
Dr. Sumaryadi, M.M dari EHTC-NHI (Ecology and Health Tourism Center-National Hotel Institute/Politeknik Pariwisata NHI Bandung) yang memimpin tim melakukan Site Visit (Visitasi Lapangan) ke sejumlah tempat wisata potensial, mendorong Sulsel bisa bersaing dengan provinsi lainnya. Adapun hasil visitasi secara resmi, baru akan diumumkan sekira Oktober mendatang.
Dibenarkan jika timnya menyambangi Sulsel untuk visitasi lapangan. Sehingga penting baginya melihat secara langsung tempat-tempat vital yang berkaitan dengan kesiapan pengembangan Destinasi Wisata Ramah Muslim, khususnya di Sulsel.
Diantaranya, Tim IMTI melakukan visitasi ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros. Selain itu, sarana ibadah, destinasi wisata, pusat perbelanjaan serta beberapa hotel dan rumah makan turut dikunjungi.
Indikator penilaian fokus terhadap ketersediaan fasilitas dasar maupun penunjang wisata ramah muslim. Sebut saja, bagaimana hotel menyediakan dapur dan peralatan yang menjamin 100 persen Halal.
Diketahui, Sulsel memiliki potensi wisata yang luar biasa sebagai pintu masuk wisatawan di bagian Timur Indonesia. Dihuni 4 etnik utama yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar, Sulsel penuh keberagaman menjadikan pemerintah tertantang untuk senantiasa mendorong penguatan layanan maksimal.
Menyikapi itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan sumber daya terhadap penyediaan fasilitas ibadah, sertifikasi halal serta promosi produk wisata unggulan. Dengan begitu, wisatawan muslim dapat merasakan kenyamanan dalam kunjungannya ke Sulsel dan bisa datang berkali-kali pada rentang waktu berikutnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel), Dr. Ir. H. Muhammad Arafah, S.T, M.T kepada AMBAE menegaskan komitmennya mengembangkan pariwisata ramah muslim. Pihaknya intensif melakukan promosi produk wisata unggulan Sulsel, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berkomitmen penuh mengembangan pariwisata ramah muslim karena ini salah satu pilar penguatan sektor pariwisata daerah,” pungkasnya.
Dia berharap melalui kolaborasi dan sinergi berkelanjutan, Sulsel tampil terdepan dalam gelaran IMTI 2025. Merupakan ajang yang dihelat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Bank Indonesia serta Crescenrating dan EHTC itu, berorientasi pada indeks pengukuran dan penilaian kualitas pariwisata ramah muslim di Indonesia. (*)
