Da’i Cilik Aqsha Getarkan Hati Jama’ah Masjid Tompong

Ceramah perdana Aqsha Ramadhika Azis di Masjid Besar Taqwa Tompong.
Aqsha (kedua dari kanan) bersama Ibu (kiri) dan Imam Tetap Masjid Besar Taqwa Tompong (04/03/2026).

AMBAE.co.idBantaeng. Belum jua genap setahun mondok di pesantren, Aqsha sudah mampu menggetarkan jiwa jama’ah Masjid Besar Taqwa Tompong. Da’i cilik itu tampil menyampaikan ceramah Islamiah saat Rabu Shubuh, 4 Maret 2026.

 

Tepatnya di Jalan Bete-bete, Kelurahan Letta, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Jama’ah dibuat takjub dengan metode ceramahnya.

 

Layaknya da’i kondang, intonasi disesuaikan dengan narasi ceramah. Belum lagi artikulasi serta tempo dan gestur tubuhnya seakan telah dilatih sedemikian rupa, membuat jama’ah berdecak kagum.

 

Pantauan langsung AMBAE.co.id, sesekali jama’ah saling lirik sembari mengangguk tanda puas dan setuju dengan isi ceramah Aqsha. Dia mengajak jama’ah untuk senantiasa menjaga nilai keislaman agar dapat meraih keselamatan di dunia serta kesejahteraan hakiki di akhirat kelak.

Read:  Khutbah Jum'at Masjid Taqwa Tompong, KM Hamzah Israil: Kamera Ilahi Mengintai

 

Pemilik nama lengkap Aqsha Ramadhika Azis itu mendakwahkan ceramah bertajuk Keselamatan di Dunia. Melandaskan ceramahnya pada satu do’a yang dikenal umum sebagai do’a sapu jagat.

 

“Rabbana atina fiddunia hasanah, wa fil akhiroti khasanah, waqina adzabannar. Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka,” ujar Aqsha, melantunkan ayat ke-201 dari Surah Al-Baqarah.

Read:  Pekan Ketiga "Aqsha" Kenakan 5 Pasang Seragam SD Ala Avenger

 

“Kehidupan yang bahagia adalah dambaan semua orang. Tidak ada satu pun manusia yang ingin hidup susah, gelisah, dan tidak merasakan ketenteraman. Olehnya itu, kita selalu memohon kepada Allah SWT melalui do’a ini,” tambahnya.

 

Lebih lanjut Aqsha mengatakan manusia kerapkali tidak menyadari jika do’a keselamatan itu telah dikabulkan Allah SWT. Bahkan melabeli sang pencipta tidak mengabulkannya, sementara hampir setiap waktu do’a ini dipanjatkan.

 

“Mengapa kita tidak mengetahui? Karena kita sendiri sebenarnya tidak memahami apa sesungguhnya yang dinamakan fiddunia khasanah,”_ terangnya.

Read:  Lahirkan Pelaku Seni Berdaya Saing, SSK Helat Workshop Art Sehari

 

Aqsha Ramadhika Azis yang masih berstatus Santri Kelas VII.A Madrasah Tsanawiyah pada Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Bantaeng memaparkan 3 hal penting guna mencapai keselamatan di dunia.

 

Pertama, beriman kepada Allah SWT. Kedua, memiliki pasangan idel, dan ketiga afiat. Aqsha mengutip pernyataan ulama besar di Indonesia yakni Prof Quraish Sihab.

 

Manakala ketiganya dapat diimplementasikan oleh Muslim dan Muslimah, niscaya kata Aqsha keselamatan di dunia dapat digapai. Selanjutnya akan berimplikasi terhadap kehidupan yang mengedepankan untuk menjalankan perintah Allah SWT. (*)