
AMBAE.co.id – Bantaeng. Hari kelima Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan 23 Februari 2026, Alya Mukhbita berkesempatan mengisi ceramah islamiah di Masjid An-Nur Islamic Sport Center. Masjid menyerupai bola kali pada permainan sepak bola, terutama kubah yang tepat berada di tengah.
Dalam ceramah Alya Mukhbita menitipkan pesan kepada jama’ah agar senantiasa mencintai Rasulullah SAW. Nabi terakhir yang juga dijadikan Rasul terakhir oleh Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW dalam setiap ceramah dijelaskan telah membawa manusia dari alam gelap gulita. Suasana yang diwarnai berhala ke alam terang benderang yang mana telah mengenal akidah dengan diturunkan-NYA Al-Qur’an kepada segenap umat manusia.
Alya mengatakan Rasulullah SAW diutus ke dunia ini tak lain untuk membawa rahmat. Hingga kini, manusia mengikuti sunnahnya, tentu dengan tetap menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi ini tak lain sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau sebagai simbol terbitnya fajar, budi pekerti dan nilai-nilai luhur kemanusiaan,” jelas Alya di bilangan Kawasan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng.
Bagi manusia khususnya umat Islam, diutusnya Rasululah merupakan kebahagiaan yang tiada bandingnya. Bahkan saat Nabi Muhammad SAW lahir, beragam fenomena alam terjadi, satu diantaranya bumi bergetar dan bulan begitu terang menerangi seisi bumi.
“Rasa gembira akan kedatangan Rasulullah SAW pertanda kita mencintainya,” terangnya.
Gadis belia yang kini menimba ilmu di Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Bantaeng itu memberikan perumpamaan kecintaan kepada Rasulullah SAW seperti halnya mencintai seseorang di sekitar kita. Siapapun yang menanamkan rasa cinta niscaya akan terus merindukan orang yang dicintainya.
“Biasanya ada orang yang cinta, akan selalu berharap berjumpa dengan yang dicinta,” bebernya.
Mengutip riwayat Al-Baihaqi, Alya mengajak jama’ah Masjid An-Nur Islamic Sport Center untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Semakin banyak dan semakin sering kita bershalawat, kelak akan menjadi penerang sekaligus membawa kita mendaparkan safaatnya di akhirat.
“Barangsiapa yang bersalawat atasnya, maka ia pantas kedudukannya di surga kelak,” ungkap sang Da’iah.
Keutamaan shalawat yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi merupakan rambu-rambu untuk menimbang kecintaan kepada Rasulullah SAW. Adapun ceramah bertajuk Bukti Cinta kepada Rasulullah SAW itu menjadi lanjutan ceramah Alya dari tahun sebelumnya sejak mondok. (*)










