Pembukaan Raker PERSAKMI Bantaeng di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng (06/03/2019).

Ketua PERSAKMI Pusat-Bupati Bantaeng Sepakat Sarjana Kesmas Turun ke Lapangan

Bantaeng, Rabu (06/03). Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) PERSAKMI (Pehimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia) Cabang Bantaeng di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Rabu siang, 6 Maret 2019.

Kegiatan ini juga dihadiri Pimpinan Pusat Wilayah IV PERSAKMI, Sukri Palutturi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ichsan dan Ketua PERSAKMI Cabang Bantaeng, Iwan Setiawan selaku tuan rumah. Demikian halnya Ketua PERSAKMI Cabang Jeneponto, Ketua PERSAKMI Cabang Bulukumba dan perwakilan PERSAKMI Cabang Sidrap bersama 167 Anggota PERSAKMI Cabang Bantaeng.

Read:  Peletakan Batu Pertama Masjid H Abd Malik Birea, Bupati Bantaeng: Agama Satukan Kita
Dalam sambutannya dia berharap PERSAKMI turut andil dalam rangka mempercepat akselerasi pembangunan di daerah ini. Mengapresisi Anggota PERSAKMI dari kalangan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang telah banyak berkontribusi dalam memberikan layanan kesehatan lebih baik kepada masyarakat di Puskesmas.

“Saya sudah keliling beberapa Puskesmas di Bantaeng. Saya bangga teman-teman PERSAKMI yang mewarnai kualitas pelayanan puskesmas”, tuturnya.

Read:  Steer clear of the Bride Trap When Meeting a Foreign Girl

Bupati Bantaeng sepakat jika Sarjana Kesmas tidak banyak beraktifitas di dalam kantor mengisi ruang-ruang struktural. Namun harus berada di lapangan karena untuk memecahkan masalah kesehatan hanya bisa didapatkan dengan menemu kenali akar masalahnya.

“Untuk menemu kenali itu harusnya kita berada di lapangan demi terpenuhinya layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantaeng”, tutup Bupati.

Sebelumnya, Sukri Palutturi mengatakan bahwa Sarjana Kesmas tidak boleh lebih banyak tugasnya di Puskesmas. Dicontohkan untuk menyelesaikan masalah DBD dan penyakit lain, mestinya mencari penyebab munculnya penyakit itu bukan hanya menunggunya datang menjangkiti masyarakat.

Read:  Puskesmas Sinoa Libatkan Pelajar Semarakkan HUT RI 74

“Sarjana Kesehatan Masyarakat tidak boleh tinggal di level pemerintahan. Kenapa DBD sellau ada karena kita hanya menunggu saja”, jelasnya.

Intervensi lingkungan jika bisa diselesaikan dengan baik kata dia, maka masalah sesungguhnya terkait kesehatan dapat dituntaskan. Untuk itu dia menekankan agar menyelesaikan penyebab penyakit itu datang. (*)