Calon Pengurus Golkar Bantaeng Serentak Tanda Tangani Pakta Integritas

 

Penanda tanganan Pakta Integritas Partai Golkar.
Calon pengurus Partai Golkar Bantaeng menghadiri silaturahmi di Gedung Partai Golkar di Jalan Raya Lanto Bantaeng (25/08/21).

AMBAE.co.idBantaeng. Pasca terpilihnya M Meyrza Farid Arman sebagai Ketua Golkar Bantaeng beberapa waktu lalu, dirinya terus memperkuat kebersamaan dengan jajaran partai berlambang pohon beringin itu. Hari ini, Rabu (25/08/21) dia mengumpulkan calon pengurus yang akan menempati struktur di bawah kepemimpinannya.

Tak lain guna menjalin silaturahmi dan kekompakan yang lebih kuat lagi. Terlebih sejak MUSDA (Musyawarah Daerah) X DPD II Partai Golkar Bantaeng, pertemuan tidak sesering sebelumnya mengingat semakin meningkatnya intensitas penularan virus SARS-CoV-2, khususnya di Bantaeng.

Karenanya, Meyrza memanfaatkan pertemuan itu dengan seoptimal mungkin. Agenda terdekat, mendorong usulan nama-nama pengurus untuk selanjutnya ditetapkan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan ke dalam Surat Keputusan.

“Tentu kita berharap teman-teman pengurus nantinya lebih giat lagi membesarkan partai dengan kerja-kerja nyata. Kalau sekarang kan baru calon pengurus, mudah-mudahan ini cepat berproses dan segera muncul SK-nya dari DPD I ya”, kata Meyrza.

Di hadapannya, para calon pengurus menanda tangani Pakta Integritas. Dia diampingi dua Legislator Partai Golkar yang sedang menempati kursi DPRD Kabupaten Bantaeng Periode 2019-2024.

Read:  Pengurus DPD JOIN Bone Siap Dilantik

Adalah H Sudarman dari Dapil (Daerah Pemilihan) Bantaeng III (Kecamatan Tompobulu dan Gantarang Keke) dan Marwani dari Dapil Bantaeng II (Kecamatan Bissappu, Sinoa dan Ulu Ere). Tampak pula Muh Nur Anshari, Hj A Novrita A Langgara, H Muh Ali Sijanto dan H. Kamaruddin, yang mana keempatnya tidak asing lagi di tengah kader dan pengurus lama partai itu.

Turut terpantau AMBAE diantaranya Darwis, mantan Legislator 3 periode di Kabupaten Bantaeng. Berikutnya ada Hj Juriati yang juga mantan Legislator Periode 2014-2019, Pengusaha Muda Fian Celluler, Ardy, Owner Garasiku, Azwar, CEO Baling-baling Restaurant and Cafe, Arfan Doktrin serta Kadir Jaelani.

Read:  Penuhi Undangan Golkar Bantaeng, M Arfandi Idris: Meyrza Farid Arman Bakal Gaungkan Partai

Lanjut Meyrza, Pakta Integritas memuat sejumlah hal. Terpenting bahwa calon pengurus diperhadapkan kesiapan, komitmen dan persetujuan yang mengikat agar mematuhi segala rambu dan aturan partai.

“Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) harus kita taati dan jalankan bersama agar marwah Partai Golkar terjaga. Partai Golkar menggaung sejak dulu hingga hari ini, kita teruskan perjuangan pendahulu kita membawa Golkar tetap disegani, dihormati dan dibanggakan semua kalangan masyarakat. Ini termasuk hal terpenting dari Pakta Integritas yang ditanda tangani hari ini”,

Melalui pertemuan resmi di Gedung Kantor Golkar Bantaeng, Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng itu, Meyrza mengajak jajarannya untuk senantiasa membangun komunikasi yang baik di tubuh internal maupun lembaga dan organisasi di luar partai. Di samping itu, pengurus berkolaborasi satu sama lain demi membesarkan partai.

Ditanya terkait target Pemilu mendatang, Meyrza merespon bahwa tugas saat ini bukan hanya menyongsong Pemilu, baik Pilpres maupun pesta demokrasi tingkatan lainnya. Namun, bagaimana kader bersama pengurus mendukung dan menunjang dirinya merealisasikan program kerja partai untuk hadir di tengah-tengah masyarakat.

Read:  Plastik Menyumbat Saluran Irigasi, Ilham Azikin: Kalau Hujan Deras, Buka Tutup Drainase

Meyrza optimis Partai Golkar Bantaeng benar-benar baru sebagaimana dirinya menyebut “Golkar Baru”. Partai dan jajarannya menyatu memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan datang begitu saja, pas datang tidak lama.

“Alhamdulillah faksi-faksi yang ada bersatu dan semakin kuat. Harapan besar kita, akselerasi Partai Golkar di Bantaeng terus menampakkan diri atas kerja-kerja elektoral teman-teman pengurus dan kader dari semua tingkatan, Inshaa Allah”, tuturnya.

Hal itu menurutnya tidak terlepas dari komitmen dirinya sejak awal mewakafkan diri ingin membangun dan membesarkan Golkar. Konsolidasi demi konsolidasi sebelum MUSDA digiatkan, seiring rumor beredar adanya ketidakharmonisan sebelum dirinya bergabung. (*)