Bulan Depan Trembesi Berganti Tabebuya, Bantaeng Dipercantik 3 Warna Bunganya

Konsultasi Publik Rencana Peremajaan Pohon oleh Pemkab Bantaeng.
Konsultasi publik Peremajaan Pohon dibuka Wabup Bantaeng (tengah mengenakan kopiah).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Pemerintah Kabupaten Bantaeng di bawah kepemimpinan H Ilham Azikin dan H Sahabuddin terus memacu daerah ini dengan sejumlah rintisan baru. Salah satunya peremajaan pohon di wilayah perkotaan pada khususnya.

“Insya Allah bulan depan kita mulai tanam Tabebuya untuk meremajakan pohon di Bantaeng”, ungkap Indra Wahyudi Rahmat selaku Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng.

Hal itu disampaikan langsung kepada AMBAE di Ruang Rapat Wakil Bupati Bantaeng, Kamis siang (09/05/19) usai menggelar Konsultasi Publik terkait Rencana Peremajaan Pohon di Kabupaten Bantaeng.

Dia menjelaskan bahwa peremajaan dilakukan untuk mengganti pohon trembesi yang merusak pagar, trotoar atau pedestrian maupun fasilitas lainnya. Tapi secara bertahap mulai dari Jalan Teratai sampai ujung Jalan Seruni di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Read:  Pertama Di Indonesia, Musrenbang Kemiskinan Bantaeng Digelar Sehari

Kalau ada lebihnya dilanjutkan ke Jalan Raya Lanto antara 2 Traffict Light (Rambu Lampu Merah) yang memanjang dari Timur ke Barat. Tahap pertama kata Indra baru 100 pohon, hanya saja bukan bibit melainkan pohon setinggi sekitar 3 meter.

“Pohon yang akan kita tanam sudah mencapai 3 meter, jadi bukan bibit. Ada 3 varian warna bunganya kita siapkan yakni ungu, kuning dan pink”, tuturnya.

Lanjut dikatakan Kepala DLH Bantaeng, H Abdullah Taibe yang juga hadir saat itu bahwa untuk menikmati indahnya bunga mekar dari pohon ini sekitar bulan Desember 2019 atau Januari 2020 kalau mulai ditanam bulan Juni mendatang.

Read:  Jalan Metro Tanjung Bunga Kandidat Terlebar se-Indonesia

Selain kawasan Pantai Seruni Bantaeng, target peremajaan di tahap pertama ini rencananya di perbatasan Bantaeng-Jeneponto di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu dan di perbatasan Bantaeng-Bulukumba di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang.

Untuk itu DLH menghadirkan perwakilan instansi yang akan bersentuhan langsung dengan proses peremajaan seperti PLN, PDAM, Dinas PU, WALHI, LSM, Pers dan sejumlah instansi terkait. Harapannya terjalin sinergi dan kebersamaan persepsi selama peremajaan berupa penebangan karena akan melibatkan beberapa infrastruktur publik diantaranya kabel dan area trotoar.

Sebelumnya, Konsultasi Publik telah dibuka secara resmi Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin. Dalam sambutannya berharap kegiatan yang akan dilaksanakan Pemkab melalui DLH Bantaeng berjalan dengan baik dan semua pihak turut serta mendukung sesuai bidangnya.

Read:  Rakor PKK Bantaeng November 2019, Sri Dewi Yanti Minta Pengurus Lebih Peduli Kasus Kebakaran

Data dihimpun AMBAE dari Wikipedia, pohon tabebuya atau tabebuia (Chrysotricha) merupakan jenis tanaman yang berasal dari negara Brasil. Termasuk jenis pohon besar dan seringkali orang kebanyakan menyebutnya sebagai tanaman Sakura karena bila berbunga bentuknya mirip bunga sakura di Jepang.

Pohon Tebebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras. Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, pink muda, kuning, kuning ke-orange-an, magenta, pink tua dan ada yang merah. (*)