Peserta Olimpiade Nasional Bahasa Arab Dari Bantaeng Mendapat Tempat Khusus Dari Dubes Saudi Arabia

Pembukaan Konferensi Nasional II Bahasa Arab se-Indonesia.
Desy (jas biru di baris kedua) bersama Esam (tengah) pada Pembukaan Konferensi Nasional II Bahasa Arab se-Indonesia (10/11/19).

AMBAE.co.id – Jakarta. Prestasi gemilang yang ditorehkan siswa dan siswi SMA Negeri 4 Bantaeng yang lolos di seleksi tingkat provinsi, rupanya mendapat perhatian publik. Tak hanya masyarakat Bantaeng, banyak kalangan terpanggil untuk peduli terhadap 3 warga Bantaeng itu.

Masing-masing Deisy Ratnasari (Desy), siswi Kelas XI IPA 2 serta 2 rekannya dari Kelas XI IPA 1 yakni Azzahra Nandameilani (Zahra) dan Rezandis (Andis). Ketiganya didampingi seorang guru pembimbing yang sama pedulinya dengan masyarakat yakni Muhammad Nur Apmih.

Tiba di Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 10:30 WIB Sabtu malam, 9 November 2019 dan mengikuti Pembukaan Konferensi Nasional II Bahasa Arab se-Indonesia di Gedung PPPPTK Bahasa Kemendikbud RI di Jakarta Selatan, sekitar pukul 19:30 WIB, Minggu (10/11/19).

Read:  Liestiaty F Nurdin: PKK Bukan Cuma Ajang Ngumpul, Perbanyak Kerja

Menarik sekaligus menjadi pusat perhatian tatkala Duta Besar (Dubes) Saudi Arabia untuk Indonesia, Esam A Abid Althagafi berfoto bersama seluruh peserta dan pendamping. Berbeda dengan peserta lainnya, Desy dari Bantaeng diberi tempat khusus untuk berdiri disamping Esam dan saling bercakap cukup singkat.

“Posisi kami peserta dari Bantaeng sangat tepat sekali. Alhamdulillah bisa bertemu dan berfoto dengan Bapak Duta Besar Saudi Arabia”, jelas Desy.

Rasa senangnya seakan mulai terbalaskan dari sebuah perjuangan panjang. Sejak mengikuti seleksi di tingkat sekolah, berbagai tantangan dihadapi, khususnya dalam hal ekonomi.

Pasalnya lomba bergengsi yang digelar Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (F-MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia itu mensyaratkan kepada peserta untuk menyiapkan biaya secara pribadi mulai dari registrasi yang berbeda-beda pada semua tingkatan seleksi. Namun kata Desy, tantangan itu harus dilaluinya meski berat sekalipun.

“Kami bersyukur tiba di tingkat nasional. Tentu berharap bisa memoersembahkan yang terbaik untuk Provinsi Sulawesi Selatan dan juga daerah asal kami Kabupaten Bantaeng serta untuk Indonesia yang kita cintai”, pungkasya.

Kepada AMBAE menitipkan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dirinya dan timnya. Dia berharap pertemuan dengan Esam semakin memacu semangatnya mengikuti lomba. (*)