Kisah Dini Aminarti Diharapkan Memotivasi Anak Bantaeng

 

Inspirasi Dini Aminarti Sehari Menjadi Bupati Bantaeng.
Dini Aminarti bersama Ilham Syah Azikin (Ketiga dan keempat dari kiri) di Lapangan PELTI Bantaeng (27/08/2022).

AMBAE.co.idBantaeng. Kepala Madrasah MAN Bantaeng, Muhammad Arif P angkat suara terkait viralnya Dini Aminarti. Terutama di kalangan masyarakat dan lingkungan pendidikan di Kabupaten Bantaeng.

“Ini bukti, Madrasah bisa tonji (bisa juga). Madrasah tidak kalah hebat dengan sekolah umum,” kata Arif yang kental dengan Bahasa Makassar berdialeg Bantaeng, Ahad, 28 Agustus 2022.

Menurutnya, Dini mampu menginspirasi dan memotivasi pelajar serta anak Bantaeng maupun anak di seluruh tanah air. Berangkat dari kehidupan yang sederhana tanpa kehadiran kedua orang tua di sisinya, dia mampu membuktikan diri bersaing dan melampaui anak sebayanya.

“Madrasah pun dapat menelurkan siswa/siswi berprestasi dan berakhlakul karimah.
Teriring do’a, semoga Allah SWT memberi keberkahan meraih cita-citanya menjadi Guru Bahasa Arab, Insyaa Allah, ujarnya.

Arif menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bantaeng, H Ilham Syah Azikin. Betapa tidak, peran Pemerintah Kabupaten Bantaeng lewat kepemimpinannya, terus memberikan dukungan kepada Dini.

“Semoga siswa dan siswi lainnya semakin termotivasi. Bagaimana mereka meningkatkan kualitas belajarnya guna meraih prestasi, cita, dan mimpinya,” kunci Arif.

Sejalan dengan motto Madrasah, sekolah sekolah yang umumnya bersumber pada Agama Islam. Saat ini mengusung motto “Madrasah Mandiri Berprestasi”, diyakini lebih tepat dengan kondisi saat ini, motto sebelumnya yakni “Madrasah Lebih Baik, Lebih Baik Madrasah”.

Read:  Video: Anak Tenggelam Bikin Sedih Bunda PAUD SulSel

Keduanya bertalian dengan tagline Kabupaten Bantaeng, “Bantaeng Baik” dan juga tagline pasangan Bupati Bantaeng-Wakil Bupati Bantaeng, H Ilham Syah Azikin- H Sahabuddin yakni “Beriman”.

“Terima kasih Bapak Bupati Bantaeng, Bapak Ilham Azikin yang telah mensupport Dini,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, Sabtu, 27 Agustus 2022, Dini mendapat tepukan meriah dari sekira 900 orang Guru yang memadati Lapangan PELTI Bantaeng di Jalan Gagak Bantaeng. Saat itu Ilham mengenalkan siswi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Bantaeng itu di acara Temu Pendidik Nusantara 9.

Read:  Hari Down Syndrome Sedunia, Libatkan Anak Membatik dan Mengenal Alam

Lalu mengisahkan Dini atas prestasi yang diraihnya selama ini. Bahwa Dini menjadi satu-satunya siswi di Bantaeng yang berkesempatan berperan sebagai Bupati Bantaeng dari kalangan pelajar.

Adalah program yang diprakarsai Forum Anak Butta Toa (FABT), dilabeli “Sehari Menjadi Bupati”. Ilham menyanjungnya, bahkan memberikan predikat cerdas atas aktivitas yang dilakoninya bersama dirinya selama sehari menjalankan sebagian tugas dan fungsi sebagai orang nomor wahid di Butta Toa (jukukan bagi Bantaeng yang berarti Tanah Tua).

“Ternyata Dini ini orang tuanya sudah tidak ada di Bantaeng. Dia tidak kenal ibunya, karena sejak kecil ibunya kerja di luar negeri dan tidak pernah kembali. Bapaknya, ternyata juga kerja di luar negeri. Dini hanya tinggal berdua dengan adiknya,” tutur Bupati bergelar Doktor itu.

Kisah ini sekaligus membuat sang Bupati sedih. Kesedihan kembali terulang di hadapan para Guru, Dini memeluk Ilham, begitu eratnya hingga mata keduanya tampak berkaca-kaca.

Read:  MAN Bantaeng Fasilitasi Tasya Mendapatkan Kaki Palsu Dompet Dhuafa Sulsel

Ilham lanjut menceritakan kisah perjalanan hidup Dini. Lagi-lagi, diharapkan kisah tersebut memotivasi, bukan hanya bagi anak-anak dan pelajar, tetapi mereka yang kini mampu mengajar pun dapat memetik hikmah sekaligus belajar dari kisah Dini. (*)