Bedanya Mudik ke Pelosok Desa, Muhlis Gunakan Jurus Ninja Hatori

Mudik.
Jembatan kecil hanya bisa dilewati sepeda motor.

Beda halnya selama perjalanan masih di sekitar wilayah kota. Sebut saja dari Jeneponto menuju wilayah perkotaan Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa. masih bisa ditemui sejumlah pedagang di sepanjang jalan.

Begitu pun Pos Pelayanan yang didirikan pihak kepolisian dalam rangka Operasi Ketupat menjelang lebaran. Muhlis kerap memilih singgah di pos-pos sepertk ini.

“Mumpung masih dikota kenapa tidak singgah saja meregangkan kaki, tangan dan badan. Kalau sudah lewat ini, yang ada tinggal hutan, sungai, lembah dan gunung”, ungkap Muhlis sembari tersenyum haru.

Beruntung katanya karena di Malino yang terkenal sebagai destinasi wisata masih bisa ditemui pos serupa di kota. Sekedar diketahui Malino masuk rute yang dilalui Muhlis dalam perjalanan bolak balik dari dan menuju desa tempat tinggalnya.

“Saya ini kalau Mudik tak ubahnya Ninja Hatori. Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama Muhlis bertualang”, ucapnya menyadur lirik lagu Original SoundTrack film kartun Ninja Hatori.

Satu hal yang menyenangkan menurutnya sekaligus pembeda mencolok antara kisah Mudiknya dengan Mudik bagi warga Pulau Jawa dan sebagainya, dia tidak memerlukan tiket ataupun pembayaran lain yang membutuhkan waktu panjang karena antrian yang begitu panjang pula.

Read:  Dipicu Kekerasan di Makassar, Jurnalis Geruduk Polres Bantaeng