Bedanya Mudik ke Pelosok Desa, Muhlis Gunakan Jurus Ninja Hatori

Mudik.
Muhlis Majid dengan kendaraan roda dua Mudik menuju kampungnya.

AMBAE.co.id – Jeneponto. Musim mudik sebentar lagi tiba, bahkan di beberapa daerah sebagian masyarakat urban pada khususnya sudah beranjak dari kota perantauan mereka menuju kampung halaman.

Salah seorang warga Kabupaten Jeneponto di Provinsi Sulawesi Selatan bernama lengkap Muhlis Majid hingga awal pekan keempat Ramadhan 1440 H rupanya memilih untuk masih melanjutkan aktifitasnya di kota berjuluk Butta Turatea itu.

Read:  Jalan Kaki Menuju Rumah Sehat Pattaneteang, Tim Verlap KKS: Ibu Bupati Terdepan

Dikonfirmasi AMBAE pada Selasa malam (28/05/19), Muhlis menuturkan akan mudik 2 atau 3 hari ke depan. Besok kata dia malah akan berkunjung ke Kabupaten Bantaeng, sekitar 60 Kilometer dari tempat tinggalnya di pusat wilayah perkotaan Kabupaten Jeneponto.

Sebagai Penulis dia mendedikasikan diri untuk meliput dan mengulas sejumlah rutinitas selama Ramadhan termasuk budaya Mudik yang sedianya menyiapkan Bantaeng sebagai sasaran yang akan mewarnai artikel yang akan ditulisnya.

“Mungkin lusa baru bisa Mudik. Bagus ini momennya untuk ditulis disaat orang lain sudah Mudik”, tuturnya.

Urusan Mudik kata Muhlis, berdasar pengalamannya dari tahun ke tahun, dia yang bekerja jauh dari kampung halamannya punya cerita tersendiri meski tidak seheboh kisah Pemudik di Pulau Jawa.

“Saya kalau mudik itu selalu naik motor karena langganan mabuk. Dengan akses ke kampung yang cukup ekstrim, kesehatan motor selalu saya perhatikan”, jelasnya.