Prof Jufri Dudukkan GM Geopark Maros-Pangkep: Akselerasi Menuju Assessment UNESCO

 

Persiapan Virtual Assessment UNESCO Geopark Maros-Pangkep.
Muhammad Jufri (tengah) foto bersama usai pertemuan terkait persiapan Assessment GNMP dari UNESCO (21/10/21).

AMBAE.co.idMakassar. Baru sepekan mengampu jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel), Prof Muhammad Jufri terus berakselerasi. Satu demi satu ranah internal hingga unsur eksternal berupaya untuk ditemu kenali.

Paling tidak, langkah awalnya memahami kondisi terkini serta apa saja yang telah berjalan. Adapun program dan pekerjaan yang sudah baik, tinggal ditingkatkan kualitasnya.

Satu point urgent menyita fokus Jufri yakni Geopark Maros-Pangkep yang telah menyandang status National Geopark sejak 2017. Dalam waktu dekat akan menjalani assessment dari UNESCO (The United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

“Percepatan tentu dibutuhkan untuk menyongsong Tim Asesor ke Sulawesi Selatan dalam rangka assessment UNESCO terhadap Geopark Maros-Pangkep. Ini waktunya sudah di depan mata, teman-teman memaparkan, itu minggu depan,” ungkapnya.

Persiapannya sejauh apa, bagaimana metodenya, siapa saja yang dilibatkan, dan apa yang mesti dilakukan. Lantas masih adakah hal pokok dan juga unsur pendukung yang dibutuhkan untuk menyukseskan assessment.

“Rapat hari ini untuk mengecek persiapan-persiapan. Tadi dijelaskan, mereka (tim) sudah menjelang finalisasi ya persiapannya menyambut Tim Asesor ke Geopark Maros-Pangkep,” tutur Jufri yang dikonfirmasi di ruang kerjanya di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kota Makassar.

Disbudpar Sulsel diyakininya senantiasa memberikan supporting terhadap tim kerja. Mencakup Badan Pengelola Geopark Nasional Maros-Pangkep (GNMP), Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar dengan Tim Ahlinya, lalu Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kabupaten Maros, Pangkep, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel. serta stakeholder lainnya dari kalangan industri seperti PT Semen Bosowa, PT Semen Tonasa, dan PT Telkomsel.

Read:  Penghuni Disbudpar Sulsel Turun Gunung Ramaikan Benteng Fort Rotterdam

Pertemuan yang diinisiasi Jufri pada Kamis (21/10/21) itu sebagai ajang pendalaman terhadap Geopark Maros-Pangkep. Karenanya hadir tokoh kawakan dibaliknya yakni General Manager GNMP, Dedy Irfan.

Turut hadir diantaranya Sekretaris Disbudpar Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra beserta Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya, Andi Hasnul Hasanuddin, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran, Syamsuniar Malik, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Hj Djamila Hamid. Dan juga Kepala Seksi Museum dan Cagar Budaya, Purmawati serta Kepala Sub Bagian Program, Ichsan Satriadi Tadjuddin Noer.

“Konsenstrasi kita untuk fokus memberi perhatian kepada teman-teman pengelola akan persiapan virtual assessment dalam rangka penilaian. Pastinya kita semua berharap bisa menjadi Global Geopark, kuncinya semua pihak mendukung, siapa kerja apa,” tegas Jufri.

UNESCO Global Geopark (UGGp) adalah predikat yang dinanti Geopark Maros-Pangkep. Jika awalnya diprakarsai dan dijalankan pihak UNHAS, saat ini telah berkolaborasi dan bersinergi banyak pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dan komunitas, utamanya di dua daerah yang melingkupi kawasan GNMP.

Dedy selaku GM memaparkan, GNMP lahir dari sebuah inisiasi pada tahun 2015. Berlanjut status National Geopark, lalu Pemerintah Indonesia mengajukan ke UNESCO untuk masuk sebagai Global Geopark.

Read:  Gerakan BISA, DisBudPar SulSel Minta KemenParEkRaf Gaspol

Intisarinya, kolaborasi dan sinergitas terbukti mampu memberikan percepatan pada hal apapun. Pada akhirnya kebanggaan akan dirasakan dan dinikmati bersama seperti apa wujudnya nanti, tentu kata Alumnus UNHAS itu, dengan status Global Geopark maka dukungan akan datang lebih luas dari dunia internasional.

“Awalnya ini kan, diinisiasi 2015 oleh universitas, lalu masuk Nasional Geopark di tahun 2017. Diajukan Pemerintah menjadi Global Geopark tahun 2020. Kemudian, karena ini program nasional maka harus bergandengan Pemerintah, tidak bisa jalan sendiri,” pungkasnya.

Ditambahkan, assessment UNESCO bakal berlangsung semi virtual atau hybrid. Tim UNESCO di Paris, Perancis memantau secara virtual. Tim Asesor lainnya yang cukup terbatas dari UNESCO terjun langsung ke GNMP.

Tujuannya melihat lebih dekat dan mengarahkan proses tapping video untuk recording berupa testimoni maupun pengambilan gambar pada beberapa spot geosite. Ditambah LIVE view untuk virtual, tim tersebut yang akan menangani storyboard dan sequence-nya.

“Jadi UNESCO memantau dari Paris. Kita di sini akan melakukan pengambilan LIVE dan tapping di lokasi site Maros dan Pangkep,” kata Dedy.

Mematangkan persiapan, bakal dihelat gladi di tanggal 25 Oktober 2021. Mengingat 26 dan 27 Oktober, puncak virtual assessment.

“Besok kita akan mendistribusikan matriks kerja apa-apa yang belum dan sudah dilaksanakan. Sesuai arahan pak Kadis, kita rapat lagi besok dengan semua unsur,” jelasnya.

Dia menyambut baik upaya percepatan yang dilakukan Jufri selaku Kadis yang baru. Diketahui, sebelumnya menjabat Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, menggantikan Denny Irawan Saardi.

“Langkah sangat bagus dan tepat oleh pak kadis terkait percepatan. Terkait 26 dan 27 memang perlu kita koordinasikan lagi,” kunci Dedi.

Sementara Redindo atau biasa disapa Dindo menyampaikan bahwa beberapa kali telah dilakukan pertemuan bersama Badan Pengelola GNMP. Pertemuan lainnya bahkan menghadirkan stakeholder terkait.

“Tanggal 7 kemarin pak Kadis kita ada pertemuan di Gedung Mulo ini bersama Badan Pengelola, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) provinsi dan kabupaten, juga stakeholder. Pembagian tugas sudah dilakukan, juga menyelami seperti apa tingkat kebutuhan kita dari sisi peralatan, perlengkapan, dan akomodasi dari dan ke kawasan geopark,” ujarnya.

Dindo menyebut ada kemajuan signifikan, contoh untuk fasilitas jaringan telekomunikasi selama tapping dan LIVE view, Telkomsel siap mensupport dengan segala potensinya. Begitupun Pemerintah Kabupaten Maros dan Pangkep (Pangkajene Kepulauan) melalui OPD setempat.

Read:  Operasi Ketupat 2019 Libatkan 119 Personil Gabungan Polres Bantaeng dan Instansi Terkait

Unit lembaga televisi di dua daerah akan dikerahkan didukung penyiapan studio lokal. Sedangkan Bosowa dan Tonasa nantinya akan memberi testimoni sebagai perwakilan swasta yang ada di dalam kawasan itu. (*)