DisBudPar SulSel Ajak Seniman Ramaikan Societeit de Harmonie

 

Peningkatan Promosi Pariwisata SulSel Berbasis Komunitas Seni Budaya.
Amriana selaku Moderator Webinar DisBudPar SulSel bersama Pelaku Seni dan Budaya (28/06/21).

AMBAE.co.idMakassar. Di tengah Pandemi COVID-19 hingga saat ini, sektor pariwisata terus berupaya bangkit. Diikuti beragam terobosan secara berjenjang mulai Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (KemenparEkRaf) hingga jajarannya di Provinsi dan Kabupaten/Kota maupun seluruh stakeholder kepariwisataan.

Demikian halnya Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (DisBudPar SulSel). Satu diantaranya, para Pelaku Seni dan Budaya diharapkan mampu meningkatkan promosi wisata.

Karenanya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Mandala dan Harmonie, Amriana mengajak seniman dan budayawan untuk memanfaatkan Gedung Kesenian milik Pemerintah Provinsi SulSel yang berlokasi di Jalan Riburena Kota Makassar. Gedung yang lebih dikenal dengan Societeit de Harmonie itu seyogyanya ramai dengan pementasan, pertunjukan serta kegiatan terkait seni budaya SulSel.

“Komunitas seni budaya di SulSel dalam mempromosikan pariwisata harus sesuai dengan nilai-nilai budaya SulSel yang terdiri dari 4 etnis. Karya-karya ini dapat ditampilkan di Societeit de Harmonie”, ujar Amriana yang didapuk sebagai Moderator Webinar pada Senin (28/06/21).

Bertajuk Peningkatan Promosi Wisata Berbasis Komunitas Seni Budaya, kegiatan virtual melalui Zoom Cloud Meeting itu mengusung tema “Menghidupkan Kembali Komunitas Seni Budaya di Masa Pandemi COVID-19“. Amriana berdalih, dengan bertemunya para Pelaku Seni dan Budaya secara rutin dan berkesinambungan, turut memudahkan lahirnya karya-karya seni untuk mempromosikan wisata di SulSel.

Read:  IPHC Dukung Menkes RI Batasi Iklan Rokok di Dunia Maya

Senada itu, Nurlina dari UPT Museum Mandala dan Harmonie menaruh harapan besar untuk lebih mengoptimalkan Societeit de Harmonie ke depan. Ikon SulSel itu layaknya benar-benar menjadi media seniman dan budayawan berkarya dan menjadi corong kesenian dan kebudayaan.

“Komunitas seni dapat hadir di Gedung Kesenian. Kita berharap Gedung Kesenian jadi ikon kesenian di SulSel, saat ini Gedung Kesenian di bawah koordinasi DisBudPar SulSel”, kata dia.

Sementara Arifin Manggau, Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) mengusulkan agar pihak pengelola dapat proaktif menyiapkan agenda ataupun kalender kegiatan tahunan. Publik pada akhirnya mengetahui dengan jelas kegiatan yang bisa disaksikan dan juga bagaimana Pelaku Seni dan Budaya menyiapkan rencana pertunjukan.

Terlebih bagi wisawatan, telah lebih awal memahami rangkaian wisata ke SulSel. Dia mengambil perbandingan Gedung Kesenian Jakarta dengan adanya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai lembaga otonom perwakilan masyarakat seniman.

“Kalau bisa ada agenda pertunjukan seperti dilakukan DKJ. Dan kita siapkan Kurator Pertunjukan”, imbuhnya saat diberi ruang menjadi Narasumber kedua.

Narasumber perdana pagi itu yakni Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata (Kabid SDP), Bruno S Rantetana. Pria yang akrab disapa Bruno menyatakan Seniman dan Budayawan punya keistimewaan tersendiri dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Read:  Isi Piringku Picu 40 Peserta Wisata COVID-19 SulSel Pulang ke Rumah

Dibanding masyarakat dengan profesi dan bidang keahlian lainnya, Seniman dan Budayawan mampu mendapatkan lebih ide untuk selanjutnya dimanifestasikan menjadi karya bernilai tinggi, cenderung bekerja saat malam hari hingga pagi hari. Dengan begitu, Bruno menyarankan webinar ataupun kegiatan daring serupa berikutnya sedapat mungkin dihelat paling cepat sore hari.

“Saya mengapresiasi teman-teman Seniman dan Budyawan ini yang sudah hadir di pertemuan virtual ini. Meskipun sedikit ya, Saya memahami bahwa Seniman dan Budayawan itu lebih nyaman bekerja di malam hari ya atau sampai pagi. Ide-idenya itu muncul dan mengalir, melahirkan karya seni luar biasa”, paparnya.

Bruno dalam kesempatan itu, menerangkan pula tips dan trik menyikapi Pandemi COVID-19. Dikatakan, protokol kesehatan amat penting.

Read:  Safari Ramadhan Hari Pertama, Wabup Bantaeng Tarwih di Tanah Loe

Melakukan pertemuan dengan berwisata dan juga bersosialisasi di ruang berkarya juga bagian tak terpisahkan dari Pelaku Seni dan Budaya. Sehingga penting untuk dapat menerapkan dan mentaati himbauan Pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Menyinggung seni dan budaya, dia fokus pada ragam seni dan budaya masa silam yang semakin menghilang. Padahal wisatawan umumnya mengunjungi destinasi wisata karena ingin melihat, memahami bahkan mempelajarai dan mengkaji untuk banyak kepentingan seperti penelitian, pendidikan maupun demi pelestarian dengan metode digitalisasi.

“Menjadi salah satu bahan promosi kita di kepariwisataan tentu seni dan budaya. Pariwisata sendiri tidak bisa lepas dari identitas suatu daerah dengan adanya seni dan budaya, di sini penting mengangkat kembali seni dan budaya yang mungkin sudaj punah”, tegasnya.

Dengan begitu, sangat tepat menurutnya jika pertemuan bersama seniman dan budayawan kerap dilaksanakan. Berdialog untuk selanjutnya membuat langkah tindak lanjut. (*)