“Syakila” Si Anak yang Disiksa Kembali Ke Ayahnya Usai Diamankan P2TP2A Butta Toa

Kekerasan pada Syakila.
Hasrawati (kanan) menada tangani Surat Pernyataan di PUSPAGA Butta Toa Bantaeng.

Bahkan Syakila enggan melepas pelukannya dari Atte saat ingin digendong sang Ayah. Atte pun menyarankan agar Supriadi melakukan pendekatan secara perlahan karena si anak masih trauma.

“Yakinkan kami bahwa betul-betul anak ini diberikan haknya. Kalau boleh kami bilang anak ini sudah tidak normal psikologinya”, imbuhnya.

Sedang Kades Tombolo menuturkan kronologis sejak awal Syakila ditemukan dalam keadaan sudah disiksa oleh Neneknya di Desa Tombolo, Kecamatan Pa’jukukang. Si anak kemudian diselamatkan seorang warga kemudian diambil alih di bawah perlindungan Kades Tombolo.

Read:  Tingkatkan Perlindungan Anak, Pemdes Bonto Jai-DPMDPPPA Bantaeng Gelar Sosialisasi PATBM

Dari lokasi kejadian, dibawa menuju Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng. Selanjutnya Syakila dibawa menuju P2TP2A Butta Toa Bantaeng, lalu dirawat kembali di Klinik DOI di Kecamatan Pa’jukukang.

Usai dirawat dan dinyatakan bersangsur-angsur mulai membaik kondisi fisiknya, Syakila diamankan di PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Butta Toa Bantaeng yang satu atap dengan P2TP2A dan UPT Sipakatau Bantaeng.