“Syakila” Si Anak yang Disiksa Kembali Ke Ayahnya Usai Diamankan P2TP2A Butta Toa

Kekerasan pada Syakila.
Ramlah dan Syarifuddin (tengah) memberi arahan pada keluarga Syakila.

“Saya sangat lega bisa bertemu kembali anakku. Saya akan bahagiakan anakku”, tandasnya.

Dikatakan jika lebih baik ditinggal isteri daripada anak. Dia yang telah ditinggal isterinya berharap tidak lagi mengabaikan kesempatan bersama anaknya itu.

Pernyataan itu kemudian dituangkan ke dalam Surat Pernyataan serta Berita Acara Penyerahan antara dirinya dengan P2TP2 Butta Toa Bantaeng. Betapa tidak, pihak P2TP2A menegaskan agar anak tersebut tidak lagi mengalami kekerasan dikemudian hari.

“Kami tidak mau mendengar apalagi melihat Syakila disiksa siapapun juga. Anak ini harua mendapat perlakuan lebih baik dari sebelumnya karena sekarang Syakila bukan saja tersiksa dengan fisiknya tapi juga mengalami traumatik secara psikologi”, jelas Ramlah.

Hal sama disampaikan Andi Shernylia Maladevi atau Atte, dengan penuh haru meminta pihak keluarga yang menerima Syakila agar berjanji untuk menjauhkan si anak dari segala unsur kekerasan.

Read:  Hari Museum Nasional 2020 Momentum Membangun Solidaritas