Malam Takbiran atau Kontes Petasan

Adu petasan.
Petasan yang meledak bisa mengganggu pengguna jalan raya.

Untaian kata yang sama terkirim kepada masyarakat yang harus menikmati sajian petasan di malam takbiran. Sajian yang seharusnya hanya diisi dengan kalimat Takbir, Tahmid dan Tahlil rupanya bercampur dengan suara tak mengenakkan telinga.

Bagi masyarakat semoga bisa sedikit memaklumi atas sikap dan perilaku yang memperdengarkan suara keras itu. Bisa jadi itulah bentuk kegembiraan yang ditunjukkan dengan cara kekinian.

Read:  Disbudpar-CNN-Vlogger Eksplore Puluhan Destinasi Wisata Torut ke Layar Kaca

Jika pun tidak berkenan, akan lebih pantas dengan menasehatinya untuk bisa menghentikan suara petasan karena sudah melenceng jauh dari keharusan bermalam takbiran seperti beberapa tahun silam.

Belakangan ini semakin banyak perilaku melenceng. Tak hanya petasan, di jalan raya sendiri lalu lalang kendaraan dengan knalpot yang sengaja diubah ke mode racing juga mampu menghasilkan suara memekikkan telinga.

Read:  The Professor One Bikin Gerakan Berbagi Serentak Makassar-Bantaeng

Dan kepada kedua belah pihak, semoga Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang sudah di depan mata ini senantiasa selalu dalam kebersamaan dengan saling menghargai, saling memahami serta saling menjaga batasan agar tidak sampai merusak tatanan persaudaraan dan kekeluargaan khususnya sebagai sesama Muslim dan Muslimah. (*)