
AMBAE.co.id – Makassar. Gelaran Site Visit atau Visitasi Lapangan yang dilaksanakan Tim Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) di Sulawesi Selatan disambut positif oleh H Muhammad Arafah selaku Kadisbudpar Sulsel (Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan). Dirinya bahkan memastikan terjalinnya kolaborasi dan sinergitas untuk memperkuat peluang Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan status Destinasi Wisata Ramah Muslim.
“Semangat kerja sama dan kolaborasi yang terus kita bangun dan kokohkan dengan semua unsur, Inshaa Allah akan membawa Sulawesi Selatan sebagai contoh sukses pengembangan destinasi wisata ramah muslim yang inklusif serta berdaya saing dan berkarakter,” tegas Arafah di Gedung MULO, Kota Makassar pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Terbukti kata dia, dalam setiap kegiatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya itu selalu melibatkan unsur tourism pentahelix. Arafah berharap, tiap unsur mengambil peran dan tanggung jawab yang sama dan berimbang antara satu dengan lainnya.
Seperti halnya pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan bersama Tim IMTI 2025 pada Rabu (20/08/2025), turut hadir diantaranya dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia/Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulsel, Penyelengara Produk Halal (PPHI) Sulsel, dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Islam (LPPOM MUI).
Tim IMTI 2025 di bawah kewenangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Crescenrating dan EHTC dipimpin Sumaryadi selaku koordinator. Tim dimaksud telah berada di Sulawesi Selatan sejak 19 Agustus 2025 dan melakukan visitasi lapangan ke berbagai destinasi wisata yang ada.
Arafah juga menyampaikan pentingnya masukan dan koreksi dari Tim IMTI. Baginya, Sulawesi Selatan harus mengalami peningkatan kualitas dari waktu ke waktu, bukan hanya karena adanya ajang IMTI 2025.
“Harapan terbesar kita agar Sulsel dapat berkontribusi terhadap meningkatnya predikat Indonesia pada Global Muslim Travel Index atau GMTI,” paparnya.
Melalui ajang bergengsi itu, memberi gambaran nyata akan kesiapan secara menyeluruh lintas sektor terhadap ketersediaan destinasi dan fasilitas wisata ramah muslim. Termasuk sumber daya manusia yang menjadi penggerak serta berada di barisan terdepan layanan wisata. (*)










