Puluhan Pelaku Pariwisata Barru Ikuti Sosialisasi Wisata Halal

 

Pemahaman Wisata Halal.
Pelaku pariwisata Kabupaten Barru mengikuti Sosialisasi Wisata di Youtefa Hotel Barru (18/07/22).

AMBAE.co.idBarru. Sedikitnya 50 orang mengikuti Sosialisasi Wisata Halal yang digelar di Youtefa Hotel, Kabupaten Barru pada Senin, 18 Juli 2022. Didominasi Pengelola Rumah Makan, Restoran, dan Cafe sebanyak 24 orang.

Pengelola Obyek Wisata sebanyak 8 orang. Selebihnya ragam perwakilan asosiasi pariwisata seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), MASATA (Masyarakat Sadar Wisata), serta OPD dan lembaga setempat, diantaranya MUI (Majelis Ulama Indonesia), Kandepag (Kantor Kementerian Agama), dan Disparpora (Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga).

Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) menjadi punggawa dalam gelaran kegiatan sehari itu. Karenanya Muhammad Jufri selaku Kepala Dinas tidak melewatkan untuk membuka acara.

Dikatakan bahwa wisata halal bertumpu pada pelayanan kepariwisataan. Bahwa wisatawan, utamanya mereka yang muslim, dapat terlayani atas kebutuhan yang berkenaan dengan agama Islam.

“Seperti tema yang kita angkat, ‘Ciptakan Layanan Berkualitas Wujudkan Wisata Ramah Muslim di Kabupaten Barru’. Kedepankan pelayanan di destinasi wisata dan seluruh subsektor pariwisata, misalnya wisatawan mau Shalat, di obyek wisata kita sudah disiapkan sajadah dan mukena bagi perempuan,” imbuh Professor itu.

Kopiah bisa juga disiapkan, karena sebagian wisatawan tidak membawa perlengkapan shalat, sedangkan baginya tidak afhdal tanpa mengenakan kopiah. Begitu juga sarung, perlengkapan shalat ini kata Jufri, dijaga kebersihannya.

“Disamping bersih, juga suci, artinya bagi seorang Muslim, kita dapat diyakinkannya, semua fasilitas dan perlengkapan siap pakai dengan baik dan aman,” tegasnya.

Jika selama ini terjadi kekeliruan dan memahami wisata halal, pihaknya kemudian gencar melaksanakan sosialisasi. Harapannya, terjadi transfer ilmu, pengetahuan, serta pemahaman secara berjenjang, berkesinambungan, dan berkelanjutan.

Read:  Penuhi Syarat Ini Untuk Jadi Duta Wisata

Peserta sosiasilasi diminta Prof Jufri untuk menjadi duta bagi masyarakat lainnya yang tidak berkesempatan mendengarkan langsung penjelasan teknis 3 narasumber selama sosialisasi. Ketiganya adalah utusan Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Makassar, MUI Kabupaten Barru, dan DPC PHRI Kabupaten Barru.

“Saya harap ini tersampaikan kepada seluruh masyarakat Barru. Terutama teman-teman unsur kepariwisataan yang kita kenal dengan tourism pentahelix, ada industri pariwisata, kemudian pengelola destinasi wisata, pemilik dan pengelola restoran, cafe, juga rumah makan,” pinta dia.

Jufri tidak melupakan menyebut seluruh pelaku pariwisata dari hulu ke hilir. Karena pentaheliks pariwisata mencakup unsur yakni pemerintah, akademisi, komunitas atau masyarakat, industri, dan media.

“Tak kalah pentingnya masyarakat kita. Ramah memberikan layanan yang terbaik, ini supaya wisatawan tidak hanya datang sekali, tetapi disamping meninggalkan kenangan, di waktu berikutnya kembali berkunjung, membawa lebih banyak wisatawan lainnya,” pungkasnya.

Plt Kadispar Barru, Musmuntahar Syam membeberkan, 2019 lalu, wisatawan muslim yang mengunjungi Indonesia sekira 20 persen. Tidak terlepas dari posisi Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia.

“Data yang ada, tahun 2019, hampir 20 persen kunjungan ke Indonesia itu adalah wisatawan muslim. Karena kita tahu bahwa hampir semua destinasi wisata nasional itu adalah daerah-daerah non muslim,” jelas dia.

Sehingga baginya, penting untuk menyiapkan diri menyambut dan melayani wisatawan untuk memenuhi kebutuhan rohaninya. Apalagi bagi wisatawan nusantara, yang mana secara umum merupakan wisatawan muslim

Read:  Jajaran Disbudpar SulSel Hadiri Gala Dinner Wonderful Sail to Indonesia 2019

Musmuntahar kepada Jufri berharap kegiatan serupa dapat terus berkelanjutan diadakan di Barru. Bukan tahun ini saja, pihaknya mengapresiasi penuh, terlebih bilamana tahun mendatang kembali menargetkan Barru sebagai lokasi kegiatan. (*)