Nun Jauh di Makassar, Kadisbudpar Sulsel Kirim Do’a Buat SLiMer Jelajah Pesona Sulawesi 2021

 

Do'a untuk SLiMer Jelajah Sepeda Sulawesi 2021.
Prof Jufri (tengah) memberi keterangan kepada Awak Media terkait JPS 2021 di Claro Hotel, Kota Makassar (10/11/21).

AMBAE.co.idToraja Utara. Hingga larut malam, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel), Prof Muhammad Jufri masih memonitor event JPS 2021 (Jelajah Pesona Sulawesi 2021). Hal itu disampaikan kepada AMBAE saat dihubungi via telepon sekira pukul 23:16 WITA, Jum’at (12/11/21).

“Iya, Saya pantau-pantau perkembangannya, seperti kondisi peserta dan panitia di sana. Alhamdulillah Saya dapat kabar, semua peserta sudah tiba di Kabupaten Enrekang tadi sore ya,” sebut Jufri dari balik ponselnya di Kota Makassar.

AMBAE juga mengonfirmasi perihal tersebut dan telah mempublikasikannya pada link bit.ly/3qwTFjI. Panitia membeberkan sebanyak 150 peserta yang telah mendaftar jauh hari sebelumnya, ambil bagian pada event yang mengusung tema “Enjoy the Ride”.

Enrekang menjadi daerah ke-7 dari 9 daerah yang direncanakan akan dilintasi pesepeda. Sekaligus menjadi fit stop pada etape kedua yang mengambil titik start dari Kabupaten Pinrang.

Sementara etape pertama telah dituntaskan pada 11 November 2021. Kala itu, pesepeda dilepas secara resmi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel di Kota Makassar dan menginap di fit stop pertama di Kabupaten Pinrang.

“Saya do’akan semoga teman-teman para SLiMer tetap semangat tentunya. Jadi bersepeda ke Toraja ini sambil menikmati panorama alam yang indah. Tetap dalam kebersamaan dan tetap enjoy hingga finish,” tuturnya.

Jufri lanjut mengatakan, peserta seyogyanya memanfaatkan event ini untuk lebih banyak mempromosikan pariwisata. Caranya cukup mudah dan sederhana, hanya berbekal ponsel pintar dan akun media sosial.

“Jepret foto-foto menarik ya, videonya juga yang keren-keren karena destinasi wisata kita keren. Jangan lupa hastagnya kita #TourismParadise, #JPS2021,” imbuhnya.

Event ini populer di Instagram dan Facebook dengan hastag #JPS2021 dan #SepedaLipatMakassar. Sedangkan Disbudpar Sulsel mempopulerkan beberapa hastag untuk promosi pariwisata, diantaranya #TourismParadise, #TourismParadiseofSouthSulawesi, #ParadiseSulsel, #KeSulselMaki, #BudparSulsel, dan #VisitSulsel.

Read:  12 Karya Budaya dari Sulsel Segera Dicatatkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

JPS 2021 disponsori Fitbar, Element, Hydro Coco, Entrasol, Gojek, Delta Cycles, Teman Bike, Camp, Roda Link, dan Gasing Group. SLiM (Sepeda Lipat Makassar) sebagai pelaksana menggaet Disbudpar Sulsel dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoensia) Provinsi Sulsel untuk menyukseskan gowes sejauh 333 Kilometer.

Jufri mengaku senang dengan terlaksananya event JPS 2021 di tengah Pandemi COVID-19. Masih bergulir, namun kondisi sudah semakin membaik, ditandai level 2 PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk wilayah Sulsel.

Read:  DLH Hadirkan Coffee Night Park di Tengah Butta Toa, Cocok Untuk Milenial Hingga Dewasa

Angka terpapar Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) juga menunjukkan penurunan drastis mendekati angka nol dalam beberapa waktu terakhir. Karenanya, dia menghimbau peserta dan panitia JP 2021 untuk selalu menerapkan protokol kesehatan berstandar COVID-19 utamanya dengan menjaga jarak aman.

“Saya diyakinkan panitia bahwa peserta diatur berkelompok saat bersepeda. Kemarin, itu jelas kita lihat waktu start. Kita berupaya menghindari terjadinya penyebaran dan penularan, apalagi ada pesepeda datang dari luar Sulawesi Selatan,” kata Jufri.

Pesepeda yang berasal dari luar Sulsel ini pun, oleh Jufri diminta kepada panitia untuk diberikan pelayanan khusus. Menjadikannya tamu dan mendapat perlakuan yang sama dengan peserta yang berasal dari Kota Makassar.

Read:  Kemenkominfo Pertemukan Start-up Digital Makassar pada Roadshow V HUB.ID

Sebelumnya, Syamruddin selaku Ketua Panitia JP 2021 mengungkapkan, peserta dilepas mulai dari titik start ke fit stop dan finish secara berkelompok. Tiap kelompok atau regu itu sebanyak 20 orang, keberangkatan berikutnya setelah jeda beberapa menit.

“Mulai start kita akan bagi per kelompok, kelompok pertama 20 orang. Selang beberapa saat berangkat lagi kelompok berikutnya,” ungkap Syam pada Konferensi Pers di Claro Hotel, Kota Makassar, Rabu (10/11/21).

Tiga etape yang disiapkan pihaknya, selain bersepeda untuk sehat dijadikan ajang mempromosikan pariwisata. Beberapa spot destinasi wisata disiapkan bagi peserta untuk berswafoto lalu mempublikasikannya melalui akun media sosial masing-masing.

Seperti halnya di etape kedua hari ini. Peserta mengabadikan momen berada di Resting House dengan foto-foto berlatar belakang Gunung Nona Bambapuang. (*)