Sulsel Lampaui Target ADWI 2022, Proyeksi 104,6 Persen

 

Gelaran Bimtek dan Workshop ADWI 2022.
Bruno S Rantetana (kiri) dan M Ibrahim Halim (tengah) mengikuti Bimtek dan Workshop ADWI 2022 secara daring (16/03/22).

AMBAE.co.idMakassar. Memasuki hari ke-26 perhelatan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 (ADWI 2022), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu menunjukkan prestasi luar biasa. Pasalnya 314 desa wisata telah melakukan pendaftaran (registrasi).

Padahal target awalnya hanya sebanyak 264 desa wisata. Lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Baparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno minta untuk mencukupkannya menjadi 300 desa wisata.

Sebagaimana dilansir AMBAE.co.id edisi 24 Februari lalu (https://bit.ly/3pp0AtF). Tatkala Sandi Uno melakukan Kunjungan Kerja ke Kota Makassar dalam rangka Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia (BBI/BWI).

“Target kita, 3.000 dari 7.275 desa di 34 provinsi di Indonesia dapat terakomodir ke dalam database Jejaring Desa Wisata, jadesta.kemenparekraf.go.id, 264 diantaranya ada di Sulawesi Selatan. Jadi 300 ya tahun ini,” harap Sandi Uno, Kamis (24/02/22).

Atas pencapaian target itu, proyeksi Sulsel pada Jejaring Desa Wisata (Jadesta) kini mencapai 104,6 persen. Dari 314 desa wisata yang teregister, 52 diantaranya bestatus terdaftar ke dalam ADWI 2022 atau 17,33 persen dari target.

Untuk diketahui, ADWI 2022 yang dilaunching 18 Februari 2022, Kemenparekraf/Baparekraf RI membuka sesi registrasi sejak 19 Februari hingga 31 Maret 2022. Adapun jumlah desa wisata dari Kabupaten/Kota di Sulsel yang sudah mendaftar tersebut di-update hari ini, Rabu, 16 Maret 2022 sekira pukul 16:21 WITA.

Read:  ABA UMI Makassar Kirim Mahasiswa D3 PKL Kepariwisataan

Tahapan pendaftarannya, desa wisata harus membuat/mendaftar akun baru dan/atau login (red: bagi desa wisata yang telah memiliki akun di ADWI 2021) terlebih dahulu ke website jadesta.kemenparekraf.go.id. Selanjutnya bagi yang baru akan diverifikasi berjenjang oleh PIC (Person In Charge) tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Kemenparekraf/Baparekraf RI agar bisa mendaftar ADWI 2022.

Sandi Uno mengapresiasi Sulsel dengan raihan target yang dicapai, bahkan meningkat signifikan. Namun begitu, dirinya kembali menaruh harapan besar agar angka itu dapat bertambah untuk mendukung target nasional sebesar 3.000 desa wisata.

“Mohon ini terus ditingkatkan. Dari target yang ingin dicapai 264, sudah terdaftar 51 (melalui ADWI 2022), kita dorong ke 300. Mudah-mudahan bisa menyemangati kita semua,” imbuhnya yang hadir secara daring saat Virtual Meeting Bimtek (Bimbingan Teknis) dan Workshop ADWI 2022 pada Rabu (16/03/22).

Menparekraf/Kepala Baparekraf RI kembali menyanjung Sulsel yang memiliki segudang potensi pariwisata yang indah di Indonesia, lebih utama lagi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Termasuk desa wisatanya, ADWI 2021 lalu malah berhasil meloloskan 3 desa wisata mendapatkan penghargaan bersama 47 desa wisata lainnya setelah melewati 50 besar.

Read:  Sebulan Penuh Monumen Mandala Membiru Untuk Memperingati Hari Peduli Autis Sedunia

“Jalan-jalan ke Sulsel. Jangan lupa kuliner coto yang rasanya lezat. Wisata Sulsel tidak pelru diragukan. Karena tiap sudutnya punya keindahan memikat,” ucap Sandi Uno yang menutup sambutan dan arahannya dengan pantun spesial untuk Sulsel.

Bimtek dan Workshop ADWI 2022 itu dihadiri pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel, Muhammad Jufri, juga secara daring dari Kantor Gubernur Sulsel. Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Bruno S Rantetana yang didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, M Ibrahim Halim hadir daring dari Gedung MULO, Kota Makassar.

Muhammad Jufri yang dikonfirmasi langsung menyampaikan, Kabupaten/Kota diburu waktu karena tersisa 15 hari lagi pendaftaran ADWI 2022 ditutup. Meski begitu, dirinya optimis bakal ada lagi penambahan jumlah desa wisata terdartat di Jadesta serta terdaftar dan terverifikasi di ADWI 2022.

“Kita tetap yakin ini masih akan terus bertambah angkanya. Saya mengapresiasi kerja sama dan sinergitas Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, terus mendorong desa wisata di daerahnya untuk mendaftar. Sembari ya, sebagian memang masih berkoordinasi, ada juga yang baru akan melaksanakan Bimtek kepada para Pengelola Desa Wisata,” jelas Jufri.

Kepala Dinas bergelar Professor itu membeberkan, pekan depan dia bakal terbang ke Kabupaten Luwu Timur (Lutim) menghadiri Sosialisasi Jadesta Menuju ADWI 2022. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim memfasilitasi seluruh Kepala Desa/Lurah, Perangkat Desa/Kelurahan, Pengelola Desa Wisata, OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan stakeholder terkait untuk mendapatkan pembekalan terkait ADWI.

Read:  Duo Professor Ketemu, Rencananya Sama: Satukan Sulsel dan Maluku dengan Event Harmoni Nusantara

“Kami di provinsi diundang Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga Kabupaten Luwu Timur sebagai Narasumber pada Sosialisasi Jadesta. Minggu depan, tempatnya di Desa Wisata Matano, Sorowako. Ibu Kadis Luwu Timur juga menghadirkan Konsultan Jadesta dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” terangnya.

Sementara Bruno kepada AMBAE menuturkan, target sebenarnya adalah peningkatan kualitas desa wisata. Meski harus dia akui jika angka 300 dapat terdaftar dan terverifikasi, tidak terlepas dari keberhasilan Sulsel menjawab tantangan Sandi Uno.

“Tahun lalu kan kita lolos 24 (desa wisata) di 300 besar, tentu tahun ini kita berharap lebih bertambah lagi. Begitu juga 50 besar karena 50 desa wisata ini sudah pasti dikunjungi Mas Menteri (red: Sandi Uno),” tutur Bruno.

ADWI 2021 jelas Bruno, untuk 300 besar, Sulsel berhasil meloloskan 24 desa wisata. Berikutnya 8 desa wisata masuk 100 besar.

Terakhir, 3 desa wisata masuk 50 besar dan juga berhasil mendapatkan penghargaan pada malam penganugerahan ADWI 2021 di Jakarta. Menariknya, ADWI 2022 disiapkan satu babakan tambahan yakni 500 besar desa wisata. (*)