
Literasi di SulSel menurutnya cukup pesat dengan banyaknya pojok-pojok literasi yang bisa memberikan motivasi kepada pelajar maupun mahasiswa untuk membiasakan diri dengan membaca.
“Kalau kita dengar sambutan Gubernur DKI, sebenarnya minat baca kita tinggi, cuma daya baca kita yang rendah”, tutupnya.
Hal penting perlu diperhatikan kata Yulianto yakni menciptakan dan menumbuhkan literasi barang dan jasa sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sejalan disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, H Syamsul Suli bahwa literasi keuangan tidak kalah pentingnya dibanding literasi dalam arti dasarnya.
“Literasi itu sesungguhnya tidak saja literasi kultural, struktural dan juga IT. Tetapi yang sangat penting juga adalah literasi keuangan”, ungkapnya saat membuka Perpustakaan EXPO.
Dikesempatan itu, Yulianto maupun Syamsul Suli didampingi Kepala DPK Bantaeng, Estha Karim melakukan peninjauan stand. Dimana ada sekitar 54 peserta meramaikan event yang akan berakhir 26 September 2019 itu. (*)
