Nurdin Abdullah Paparkan 5 Misi Pemprov SulSel Tahun 2021

Rencana capaian Pemprov SulSel Tahun 2021.
Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Daerah Pemprov SulSel Tahun 2019 ditampilkan melalui Video Conference (20/04/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel), HM Nurdin Abdullah memaparkan lima misi dan dan rencana pencapaiannya sepanjang tahun 2019 bersama dengan wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman. Sesuai Visi dan Misi RPJMD Tahun 2018-2023 Pemerintah Provinsi (Pemprov) SulSel, termuat 20 indikator kinerja utama pembangunan tahun 2019,

Kelima misi itu yakni, pertama, bagaimana mewujudkan pemerintahan yang berorientasi melayani dan juga inovatif. Rencana pencapaiannya akan diwujudkan melalui program nyata birokrasi anti korupsi dengan program prioritas pembangunan.

“Misi ini kita jalankan diantaranya melalui program pengembangan dan implementasi tiga Peraturan Menteri melalui aplikasi Smart Official. Lalu ada pengembangan Baruga layanan publik melalui aplikasi Baruga Sulawesi Selatan”, jelasnya melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Senin (20/04/20).

Berikutnya berupa penguatan penata laksanaan reformasi birokrasi. Ini memanfaatkan aplikasi e-Sakit serta penerapan transaksi non tunai untuk mewujudkan pencapaian misi pertama.

Untuk misi kedua, Pemprov SulSel akan mewujudkan infrastruktur yang berkualitas melalui program nyata pembangunan infrastruktur, menjangkau wilayah terisolir dengan program prioritas pembangunan.

“Diantaranya berupa pembangunan konservasi jalan, penyediaan air bersih dan kebijakan alokasi keuangan pemerintah Kabupaten/Kota untuk pembangunan infrastruktur wilayah terisolir. Misalnya pembangunan infrastruktur di Seko yang ada di Kabupaten Luwu Utara”, tegas Nurdin Abdullah.

Lanjut menyampaikan misi ketiga pada Musrenbang Pemprov SulSel Tahun 2020 secara online. Pihaknya akan berupaya mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif.

Read:  Tak Mau Kalah, Nurdin Abdullah Lantunkan "Alle Mama Tea Bilang"

Program yang disiapkan antara lain peningkatan produksi tanaman pangan, hilirisasi pertanian, peningkatan produksi kelautan dan perikanan, pengembangan destinasi pariwisata, perluasan dan pengembangan tenaga kerja serta pengembangan dan pemindahan kelompok UKM bagi masyarakat kurang mampu.

Selain itu, misi ketiga menyiapkan program pendidikan bagi SMA, SMK dan Madrasah untuk siswa kurang mampu. Ditambah pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial dan kebijakan alokasi bantuan keuangan bagi Kabupaten dan Kota di SulSel dalam hal pembangunan infrastruktur kawasan pariwisata.

“Misi keempat, kita akan mewujudkan kualitas manusia yang komputatif, inklusif dan berkarakter. Kita wujudkan melalui program nyata pembangunan rumah sakit regional dan Ambulance Siaga”, ungkapnya.

Adapun program prioritas dari misi keempat itu yakni peningkatan partisipasi pendidikan menengah dan khusus. Peningkatan pendidikan dengan fokasional, pengembangan layanan kesehatan Brigade Siaga Bencana (BSB), pengadaan Ambulance Laut dan Ambulance Darat serta pelayanan 1000 hari pertama kehidupan dalam rangka penanganan stunting serta perlindungan perempuan dan anak.

“Tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita menangani stunting dan perlindungan anak dan perempuan. Juga kita akan siapkan Ambulance Laut dan Ambulance Darat”, terangnya.

Terakhir kata Gubernur SulSel, peningkatan produktivitas dan daya saing terhadap produk Sumber Daya Alam yang berkelanjutan. Melalui misi kelima itu akan dicapai dengan program nyata yang antara lain berupa program hilirisasi.

“Program hilirisasi ini, kita prioritaskan diantaranya hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan”, ujar dia.

Sementara kata Guru Besar Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu, di sektor perikanan dan kelautan akan dilakukan peningkatan dan pengembangan ekspor. Termasuk rehabilitasi hutan dan lahan, perlindungan hutan serta konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya untuk sektor kehutanan.

Read:  Coming Soon: Pengrajin Parepare Dibawa ke Dubai

Penyusunan RKPD kata dia, sangat strategis demi penyelenggaraan pemerintahan daerah di SulSel yang lebih jaya. Penjabaran program Kepala Daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD secara formal menjadi landasan penyusunan kebijakan umum APBD dan penyusunan prioritas plafond anggaran sementara.

“Capaian pembangunan tahun lalu jadi modal kita menyusun RKPD (Rencana Kinerja Pemerintah Daerah) tahun berikutnya, khususnya tahun 2021 yang ada di depan kita”, pungkasnya.

Musrenbang ini menurutnya sebagai acuan bagi Pemerintah Provinsi SulSel guna menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021. (*)