Desa Wisata Matano Iniaku Kebagian Visitasi ke-46 Untuk ADWI 2022

 

Kegiatan visitasi Desa Wisata Matano Iniaku.
Visitasi Desa Wisata Matano Iniaku Luwu Timur oleh Direktur Tata Kelola Pariwisata Kemenparekraf (11/10/2022).

AMBAE.co.idLuwu Timur. Kemenparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) yang menyatu dengan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melanjutkan rangkaian visitasi terhadap desa wisata di Indonesia. Har ini, Selasa, 11 Oktober 2022, tiba gilirannya Desa Wisata Matano Iniaku yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tepatnya di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Lutim. Menambah jumlah visitasi menjadi 46 dari total 50 visitasi yang dijadwalkan. Sebagaimana jumlah desa wisata untuk tahapan ke-4, sebanyak 50 desa wisata dari 34 provinsi lolos sebagai desa wisata terbaik.

Tahapan pertama, 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 (ADWI 2022), Sulsel berhasil meloloskan 31 desa wisata. Lalu di 300 besar sebanyak 18 desa wisata. Pada tahapan 100 besar menjadi 6 desa wisata. Berikutnya 4 desa wisata mewakili 4 daerah di Sulsel lolos ke 50 besar.

Masing-masing Desa Wisata Campaga di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Desa Wisata Barania
di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Desa Wisata Matano Iniaku di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dan Desa Wisata Kambo di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.

Visitasi sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari penilaian ADWI 2022. Pihak Kemenparekraf/Baparekraf RI menerjunkan para juri berpengalaman dan profesional di bidangnya. Mencocokkan dokumen dan data, baik berupa narasi, foto, video, maupun animasi yang telah dikirimkan melalui aplikasi Jadesta dengan kondisi sebenarnya di desa wisata.

Visitasi ke Desa Wisata Matano Iniaku, dikomandoi Indra Ni Tua selaku Direktur Tata Kelola Pariwisata. Turut membersamai diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Kadisbudpar Sulsel), Muhammad Jufri yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata, Bruno S Rantetana, dan Sub Koordinator Seksi Pemberdayaan Masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat atas masuknya Desa Matano Iniaku ini ke dalam 50 besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia. Ini merupakan pencapaian karena dari 3500 desa wisata, Desa Matano Iniaku menjadi salah satunya. Dan salah satu potensinya, tanpa mendahului mungkin, bisa berkembang dan menjadi salah satu juara kita,” kata Indra dalam sambutannya.

Kegiatan visitasi Desa Wisata Matano Iniaku.
Indra Ni Tua (tengah) sebelum menyerahkan bantuan dan juga penghargaan terhadap pengembangan Desa Wisata Iniaku (11/10/2022).

Tampak menyambut di Desa Wisata Matano Iniaku yakni Bupati Luwu Timur, H Budiman Hakim didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lutim, Hj Sufriaty beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lutim, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Kadisparbudpora) Lutim, Andi Tabacina Akhmad. Hadir pula Direktur Eksternal PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma dan perwakilan ASTRA Group yakni Kevin Syahmenan selaku Administration Department Head PT United Tractors Sorowako.

Read:  24 Kabupaten Kota Unjuk Potensi Wisata di Hadapan Prof Jufri

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah melakukan visitasi ke Sulsel. Dari 4 desa wisata yang akan dikunjungi, tersisa Desa Wisata Kambo akan menjalani visitasi ke-47. Mas Menteri, Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan bakal hadir secara langsung pada Rabu besok, 12 Oktober 2002.

Sebelumnya, visitasi oleh Menparekraf/Kepala Baparekraf RI, Sandiaga Uno, berlangsung di Desa Wisata Campaga pada 7 September 2022. Berlanjut ke Desa Wisata Barania untuk visitasi ke-35, saat itu diwakili Indra Ni Tua. Menyusul visitasi ke-36, Desa Wisata Negeri Hila di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku) pada 11 September 2022.

Read:  NA Tempuh 4,4 Kilometer Saat Jogging Menuju Titik 0

Pada 13 September 2022, Mas Menteri ke Desa Wisata Pentagen di Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dan Desa Wisata Tebat Lereh Meringang di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan

Direktur Tata Kelola Pariwisata, Indra Ni Tua kembali mewakili Sandiaga Uno untuk visitasi ke-41 di Desa Wisata Sei Sekonyer, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah pada 2 Oktober 2022. Begitupun Desa Wisata Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, 4 Oktober 2022 dan Desa Wisata Tobati di Kecamatan Jayapura Selatan, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada 6 Oktober 2022.

“Kami sampaikan permohonan maaf pak Menteri. Pak Menteri itu sudah menyiapkan, bahkan menyewa pesawat untuk datang kesini pak. Tapi karena pak Menteri dipanggil pak Presiden, sehingga beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terutama masyarakat Kabupaten Luwu Timur, beliau tidak bisa datang kesini,” terang dia yang mewakili Sandiaga Salahuddin Uno.

Sementara Desa Wisata Malangga di Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah yang kena giliran ke-44, dikunjungi tanggal 6 Oktober 2022 oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu. Lanjut di tanggal 8 Oktober 2022 ke Desa Wisata Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Untuk visitasi Desa Wisata Matano Iniaku, Indra Ni Tua bertolak dari Dermaga Sorowako menggunakan moda transportasi air berupa speed boat karena harus menyeberangi Danau Matano. Rombongan menumpangi rap, sejenis perahu berdesain khusus yang bisa mengangkut kendaraan roda 2 dan 4 serta penumpang.

Read:  31 Desa Wisata di Sulsel Masuk 500 Besar ADWI 2022

Tiba di Dermaga Laawaa, rombongan mengeksplor Laawaa River Park. Salah satu spot menarik di destinasi wisata itu adalah body rafting. Lalu bergerak menuju Dermaga Nuha di pusat wilayah Desa Matano

Jumahir selaku Kepala Desa Matano, didampingi Amsal selaku Ketua Pengelola Desa Wisata Matano Iniaku yang berada di bawah koordinasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjelaskan kepada Indra dan rombongan, bermukim ribuan warga di 4 dusun yang melingkupi desa itu.

“Desa Matano terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Matano, Dusun Landangi, DusunBone Pute, dan Dusun Kayu Tanduk. Jumlah jiwa 1517 jiwa dengan 617 KK. Mata pencaharian (masyarakat) Desa Matano mayoritas adalah petani,” ungkap Jumahir.

Amsal kemudian memaparkan 7 kategori penilaian desa wisata. Sejumlah destinasi wisata menarik di Desa Wisata Matano Iniaku. Beberapa diantaranya, Kampung Pandai Besi, Situs Mata Air Laa Laa, Galeri Gamara, dan Body Raft.

Koli-koli atau Berkano, Berkayak, Mohulu atau menangkap kepiting, Mesiloli atau memainkan seruling, Molabu atau menempa besi dan mengelilingi pesisir Danau Matano dengan speed boat menjadi daya tarik lainnya. Adapula atraksi memanggil gelembung bura-bura di Mata Air Laa Laa serta glamping atau glamour camping.

Sedangkan kuliner khas yang bisa dinikmati di Desa Wisata Matano Iniaku yakni keripik pisang, kepiting danau (gori), tifo, dan siput danau (susu). Kerajinan berupa anyaman sampa konao, tiu, dan lada matano. Untuk memanjakan wisatawan, bisa menginap di homestay yang berjumlah 11 unit. (*)