Petani Lorong Gawangi PPJI Makassar: Hadirkan Best Serve Brand Lokal

 

Ketua baru DPC PPJI Kota Makassar.
Munassir (duduk di tengah) bersama anggota DPC PPJI Kota Makassar (24/11/21).

AMBAE.co.idMakassar. Munassir terpilih sebagai Ketua DPC PPJI (Dewan Pengurus Cabang – Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia) Kota Makassar untuk periode 2021-2026. Dia berhasil mengungguli kandidat lainnya dalam proses demokrasi berlabel Muscab (Musyawarah Cabang).

Dalam sambutan perdananya di Grand Makassar Hotel, Jalan Emmy Saelan, Kota Makassar, menyampaikan jika PPJI Makassar akan bersinergi dengan stakeholder yang ada untuk memajukan subsektor kuliner pada khususnya. Dia menyebut PPJI organisasi jasa boga paling solid di Indonesia yang hadir dengan konsep kolaboratif.

“PPJI Makassar hadir melayani, Inshaa Allah akan memberikan best serve (pelayanan terbaik) untuk warga dan wisatawan yang hadir ke Makassar,” tegas Munassir pada Rabu (24/11/21).

Di tangannya, PPJI Makassar akan membangun kolaborasi dan sinergitas yang apik melalui kemitraan dengan pemerintah dan swasta. Makassar sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) merupakan peluang besar bagi pelaku usaha jasa boga untuk berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian khususnya di Makassar.

“PPJI Makassar harus jadi mitra terbaik swasta, pemerintah untuk mendukung Makassar sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition),” tuturnya.

Serta merta usaha jasa boga diharapkan dapat mendukung bangkitnya kembali kepariwisataan di Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia (KTI). Betapa tidak jasa boga bertautan erat dengan kuliner adalah satu dari subsektor ekonomi kreatif yang menjadi amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif agar pemerintah memperhatikan para Pelaku Industri Kreatif.

Read:  Kopi Banyorang 88 Ramaikan OMG! Fun Bike and Walk, Hasrul: Thanks Telkomsel

Maka tidak salah kata Munassir jika PPJI berkontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Tentu, tandasnya bahwa pemerintah juga harus mengakomodir peran aktif PPJI beserta seluruh Pelaku Usaha Jasa Boga didalamnya melalui intervensi kebijakan yang dapat menyokong eksistensi, berikut pengembangan dan peningkatan kualitas layanan maupun produk.

Munassir hingga saat ini adalah Owner sekaligus CEO Catering Dzahira Rinjani yang dikenal memiliki usaha jasa boga cukup besar di Makassar. Selain itu, putra Kabupaten Bantaeng itu aktif menggerakkan pertanian berbasis perkotaan yang melibatkan anak muda milenial melalui pemanfaatan lahan kosong maupun lahan tidur dengan metode pertanian moderen.

Untuk memajukan subsektor kuliner imbuh Munassir, masyarakat perlu didorong untuk mencintai brand-brand lokal dan produk-produk lokal. Sulawesi Selatan (Sulsel) misalnya, kepada AMBAE, Munassir menuturkan, punya segudang produk makanan dan minuman khas yang tidak dimiliki daerah lain, utamanya di Indonesia.

“Produk daerah kita di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum tidak kalah dengan daerah lain. Kita bangun rasa kebanggaan terhadap kuliner lokal Makassar sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal,” pungkasnya.

Alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dari Fakultas Teknik itu optimis dengan sertifikasi ditambah pengalaman seluruh anggota PPJI, mampu memberikan pelayanan terbaik. Harapannya, dapat memenuhi kebutuhan imunitas dan gizi masyarakat yang lebih baik sesuai standar kesehatan.

Read:  Pembuatan Video Profil Pariwisata, DisBudPar SulSel Pertemukan DisPar Tator dan Vendor

Target lain disiapkan Ketua yang baru itu diantaranya akan merangkul seluruh Pelaku Usaha Jasa Boga ke dalam tubuh PPJI. Hal itu juga akan menjadi dasar bagi pemerintah dan pihak terkait menurutnya untuk dapat memfasilitasi pelatihan ataupun dukungan lainnya.

“Wadah PPJI untuk kita bisa saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan pelatihan yang bertujuan membantu keberlanjutan industri kuliner Makassar. Semoga pemerintah, swasta, dan juga semua pihak bisa melihat potensi ini untuk kita semakin menguatkan kolaborasi dan kerja sama,” tutur Munassir yang menyandang titel ST.

Baginya PPJI sesuatu yang tidak mudah untuk dijalankan dengan pendelegasian sebagai Ketua. Namun dengan kebersamaan para pengurus dan seluruh anggota, dia yakin tidak ada yang tidak mungkin selama program kerja dilaksanakan dengan mengedepankan kolaborasi, adaptasi, dan inovasi, sebagaimana menjadi penegasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf/Baparekraf RI), Sandiaga Salahauddin Uno.

“PPJI Makassar adalah rumah kita bersama, tentu saling bantu dan tumbuh bersama. Bagaimana kita berkontribusi mendorong pertumbuhan usaha kuliner yang berkembang pesat untuk membuat terjadinya penyerapan lapangan kerja baru,” ungkap Ketua DPC PPJI Makassar.

Dia berterima kasih apa yang menjadi keputusan serta ketetapan forum melalui Muscab itu. Pembukaan lapangan kerja baru diserta peluang usaha baru adalah target berikutnya dari Munassir.

“Forum Musyawarah Cabang hari ini telah mengamanahkan kepada Saya untuk menahkodai DPC PPJI Kota Makassar periode 2021-2026. Terima kasih, mohon dukungan kita sekalian untuk membawa PPJI lebih maju dan terus bersinergi,” kunci dia.

Muscab itu dihadiri sejumlah pejabat teras Kota Makassar. Tampak Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah sekaligus Plt Kepala Dinas Tata Ruang, Hj Rusmayani Madjid, juga pejabat lainnya dari Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan.

Read:  Transaksi Sulsel Great Sale 2021 Capai 850 Juta Rupiah, BPPD Apresiasi Disbudpar Sulsel

Dalam sambutannya mewakili Walikota Makassar, dia menyampaikan bahwa pemerintah membuka ruang bagi PPJI untuk bersinergi. Rusmayani berdalih, telah menjadi program pemerintah untuk mendukung Pelaku Usaha Jasa Boga/Kuliner dalam meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita berharap PPJI Makassar bersama seluruh anggotanya mendukung untuk mewujudkan Makassar yang lebih baik lagi,” harap Rusmayani.

Kebijakan pemerintah terhadap pengurangan penggunaan plastik juga ditekankan Rusmayani. Program yang digagas dan digelorakan dari pusat hingga daerah itu menurut dia dapat disikapi PPJI dalam penerapan pelayanannya untuk menyajikan produk kepada konsumen. (*)