Komisi III DPRD-Disparpora Soppeng Kunjungi Gedung MULO, Disbudpar Sulsel: Terus Mensupport

 

Teladan Desa Wisata Indonesia 2021.
Penerimaan rombongan DPRD dan Disparpora Soppeng di Gedung MULO Makassar (10/12/21).

AMBAE.co.idMakassar. Haeruddin Tahang selaku Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel). Dia yang memimpin rombongan, mengikutsertakan enam legislator dan staf Sekretariat DPRD Soppeng.

Dan juga Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Soppeng, Hj Andi Nur Lina. Diterima di Ruang Rapat Disbudpar Sulsel, pada Jum’at siang (10/12/21), tepatnya di Gedung MULO, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kota Makassar.

Haeruddin menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng sangat mengharapkan dukungan yang lebih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Terutama Disbudpar Sulsel yang menjadi leading sector kebudayaan, kepariwisataan, dan ekonomi kreatif.

“Kami butuh support daripada teman-teman di pariwisata provinsi agar kami bisa kembangkan lagi. Soppeng Saya kira tidak kalah dengan daerah lainnya, potensi wisatanya luar biasa, misalnya ada Lembah Cinta, mendengarnya saja sudah luar biasa, bunyinya sudah macam-macam itu,” ungkap Legislator dari Fraksi Demokrat itu.

Saking potensialnya, Lembah Cinta Mattabulu di Kecamatan Lalabata punya keunikan tersendiri. Diwarnai dengan nuansa cinta, romantis, dan kebahagiaan yang mampu memikat wisatawan berselfie ria.

“Makanya kami butuhkan diskusi yang baik, bagaimana kami diberi support dan masukan. Sehingga ada oleh-oleh yang kami bawa pulang, tidak dikatakan sekedar datang saja,” harapnya.

Potensi lainnya, Soppeng dikenal dengan Lejja, sebuah permandian alam air panas yang menawarkan pesona khas. Lalu ada Rompegading di Kecamatan Liliriaja, Museum Villa Yuliana, Museum Situs Calio, dan beberapa Desa Wisata.

Read:  Tiga Pegiat Literasi Hadiri Seminar Nasional Lokakarya Pandu Digital

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbudpar Sulsel, Andi Hasnul Hasanuddin yang menerima rombongan memastikan jika pihaknya terus mensupport pengembangan kebudayaan dan juga kepariwisataan di 24 Kabupaten/Kota, termasuk Soppeng.

“Tentunya kami sangat bersyukur, kami siap membantu Bapak. Itu semua demi kewajiban kepariwisataan dan kebudayaan Sulsel, kita kembangkan dan majukan lebih baik lagi,” ujar Hasnul.

Sementara Erni Mappiare selaku Kepala Seksi Kerja Sama pada Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata membeberkan jika Disbudpar intens memberikan dukungannya kepada Soppeng. Satu diantaranya pembuatan video profil pariwisata yang direalisasikan melalui Seksi Analisa dan Pengembangan Pasar pasa Bidang Pengembangan Pemasaran.

“Tahun ini kita Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, pada Bidang Pengembangan Pemasaran telah membuat video profil pariwisata. Empat dari dua puluh Kabupaten dan Kota untuk tahun 2021 ini terpilih untuk pembuatan video profil pariwisata yaitu Wajo, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara,” jelas Erni.

Sedangkan pada Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata melakukan pelatihan dan pendampingan serta pembinaan terhadap Desa Wisata. Hanya memang dibutuhkan penguatan terhadap sinergitas dan kolaborasi.

Read:  Jalan Kaki ke Monumen Mandala, Liestiaty F Nurdin Beberkan Rencana Pembenahan

Disbudpar Sulsel di bawah kepemimpinan Muhammad Jufri selaku Kepala Dinas menyikapi itu dengan mendudukkan para Kepala Dinas se-Sulsel yang membidangi pariwisata dan budaya pada 9 November lalu. Masing-masing telah mempresentasekan program dan kegiatannya, untuk kemudian menemukenali mana yang bisa disinergikan dengan provinsi ataupun dengan Kemenparekraf/Baparekraf RI (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia).

Ernie juga menyampaikan bahwa kerja sama yang apik telah terbangun dengan Kabupaten/Kota melalui peran aktif Disbudpar Sulsel. Tahun 2017 misalnya terbentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Soppeng yang sekaligus terjalin kerja sama hingga saat ini.

Bahkan hasil Rapat Koordinasi di Almadera Hotel Makassar pada 9 November 2021 itu menghasilkan zonasisasi. Sehingga ke depan akan lebih efektif pola pendampingan maupun supporting terhadap Kabupaten dan Kota.

Muhammad Jufri yang ditemui AMBAE di sela-sela kesibukannya mengungkapkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan langsung ke daerah berdasarkan zona. Sistem informasi yang terpadu dan terintegrasi diharapkan komplit terbangun.

Read:  Siapkan Video Pariwisata Soppeng, DisBudPar SulSel: Hak Cipta Harga Mati

Ada pertautan antara Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat. Dengan begitu, pola penganggaran hingga monitoring terhadap realisasi anggaran dapat terpantau alur dan arusnya.

Diungkapkan bahwa rombongan saat tiba di Gedung MULO, lebih awal menemui dirinya di ruang kerjanya. Lalu mewakilkan Andi Hasnul untuk memandu diskusi yang mana juga dihadiri Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, M Ibrahim Halim.

“Tadi Ibu Kadis temui Saya, ada juga Ketua Komisi III DPRD Soppeng yang memimpin rombongan dari Kabupaten Soppeng. Kami di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan tentunya akan senantiasa mensupport ya, bukan hanya Soppeng, seluruh Kabupaten dan Kota. Mudah-mudahan ke depan bentuk supporting lebih besar lagi dan lebih terarah, tepat sasaran, dampaknya bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Sulawesi Selatan,” paparnya.

Ucapan selamat tidak lupa disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat Soppeng. Pasalnya Desa Wisata Mattabulu menjadi satu-satunya yang berhak menerima sertifikat dari Kemenparekraf/Baparekraf RI karena turut berpartisipasi mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. (*)