Prof Jufri Sebut Tiga Jawara ADWI 2021 Teladan Bagi Desa Wisata Sulsel

 

Teladan Desa Wisata Indonesia 2021.
Sandiaga Salahuddin Uno bersepeda di salah satu spot Desa Wisata Lembang Nonongan (22/11/21).

AMBAE.co.idJakarta. Menghadiri Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 (ADWI 2021) di Jakarta, Muhammad Jufri selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan (Disbudpar Sulsel) mengharapkan para pemenang dari Sulsel dapat menjadi teladan terhadap seluruh Desa Wisata (Dewi), utamanya pada 24 Kabupaten dan Kota.

“Tentu dengan prestasi yang ditorehkan Desa Wisata kita dari Sulawesi Selatan ini bisa membagi ilmunya, pengetahuannya, pengalamannya, dan juga mungkin strategi yang dijalankan. Supaya Desa Wisata yang lain di Provinsi Sulawesi Selatan juga bisa muncul, bisa setara dan naik level di masa yang akan datang,” harap Jufri.

Dia yang bergelar Professor turut hadir bersama para pejabat dari daerah-daerah di Indonesia yang mana Desa Wisata-nya lolos kurasi sampai ke 50 besar. Selasa malam (07/12/21) di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf/Baparekraf RI) menjadi puncak perhelatan kompetisi ADWI 2021.

Diketahui 3 Desa Wisata dari Sulsel masuk ke babak 50 besar. Alhasil malam itu dinobatkan sebagai Juara, masing-masing
Desa Wisata Ara di Kabupaten Bulukumba sebagai Juara IV Desa Wisata Berkembang.

Read:  Event Sepeda Jelajah Pesona Sulawesi 2021 Bangkitkan Pariwisata Sulsel
Teladan Desa Wisata Indonesia 2021.
Perwakilan Desa Wisata Kole Sawangan (ketiga dari kanan) memegang piala ADWI 2021 (07/12/21).

Berikutnya Desa Wisata Kole Sawangan di Kabupaten Tana Toraja sebagai Juara V kategori Souvenir dan Desa Wisata Lembang Nonongan di Kabupaten Toraja Utara sebagai Juara III kategori Konten Kreatif.

Tak lupa, Jufri menyampaikan selamat kepada ketiga Desa Wisata itu, yang mana malam itu mengutus masing-masing delegasinya untuk menerima hadiah uang tunai dan piala yang menyerupai kepalan tangan. Ketiga jawara tersebut bagi Jufri adalah pilot yang akan mengantar ratusan Desa Wisata di Sulsel untuk terus berbenah menyongsong ADWI 2022.

“Patut kita apresiasi kepada semua juara kita dari Sulsel. Ada tiga, Desa Wisata Lembang Nonongan, Desa Wisata Kole Sawangan, dan Desa Wisata Ara. Saya ucapkan selamat secara langsung tadi, ini kebanggaan bagi masyarakat dan juga pemerintah desa, daerah kita dan Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Kebanggaan malah bertambah dengan kehadiran Mas Menteri (red: Menparekraf/Kepala Baparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno dari awal hingga acara tuntas. Jufri terkagum-kagum, visitasi yang dilakukan Sandi benar-benar riil, penjurian yang cukup panjang memberi gambaran bagi Pengelola Desa Wisata dan Pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), hal apa saja yang masih perlu dibenahi.

Read:  Gercep, Disbudpar Sulsel-Bank Mandiri Sepakat Genjot Promosi Pariwisata

Demikian pula mengenai fasilitas di Desa Wisata, berkaitan dengan 7 kategori yang dilombakan. Selama visitasi banyak menerima masukan dari Dewan Kurator dan Dewan Juri, sejatinya ADWI sekaligus menjadi pembinaan untuk lebih baik lagi ke depan.

“Minggu lalu, Mas Menteri berkunjung langsung ke Sulawesi Selatan, mendatangi tiga Desa Wisata kita. Bukan cuma itu, beliau bahkan selama seminggu di Sulawesi Selatan, total menjelajahi 8 Kabupaten dan Kota. Malam ini menjawab kembali dengan menyambut dan menjamu kita dengan penghargaan,” kata dia.

Teladan Desa Wisata Indonesia 2021.
Penyerahan piala kepada perwakilan Desa Wisata Ara di Gedung Sapta Pesona, Jakarta (07/12/21).

Mas Menteri kata Jufri, disamping mencicipi kuliner juga menyasar seluruh potensi yang ada di Desa Wisata Lembang Nonongan, Kole Sawangan, dan Ara. Begitu pula di daerah lain di Indonesia yang dipertontonkan melalui akun media sosial Sandiuno, Kemenparekraf, dan Parekraf.

“Saya sendiri turut mendampingi seluruh rangkaian visitasi dari Mas Menteri ke Tana Toraja, Toraja Utara, dan Bulukumba. Ditambah kegiatan di Kota Makassar, Maros, Jeneponto, Bantaeng, Selayar. Saya saksikan dan ikut menyertai semua aktivitas Mas Menteri. Contoh di Toraja Utara, naik sepeda menuruni tebing terjal, lalu mengayuh sepeda di jalan mendaki, ya kira-kira sejauh 3 Kilometer. Intinya beliau terjun merasakan dan melalukan atraksi wisata,” terang Prof Jufri.

Mantan Kadisdik Sulsel itu menangkap pesan penting dari Mas Menteri, bahwa wisatawan mestinya mendapat kesan yang baik saat berwisata. Lantas, pelayananan yang optimal sesuai standar dibutuhkan untuk menjaga konsistensi wisatawan berkunjung kembali pada kesempatan yang lain.

“Alhamdulillah kita sudah dapatkan model untuk pengembangan Desa Wisata di Provinsi Sulawesi Selatan. Apa yang terpenting, bagaimana kita menjaga loyality customer,” tegasnya.

4C yang kerap diutarakan Prof Jufri, kembali dikatakan saat dikonfirmasi AMBAE usai Malam ADWI 2021 sekitar pukul 23:00 WIB. Tak lain adalah Critical thinking, Collaboration, Creativity, dan Communication skill yang harus dimiliki Pelaku Industri Pariwisata maupun Pelaku Industri Kreatif.

Read:  Breaking News: FABT Gelar Pemilihan Duta Anak Bantaeng 2020

Jika 4C itu diterapkan kata dia, maka Desa Wisata yang diharapkan Mas Menteri sebagai lokomotif Indonesia Bangkit dari desa dapat dicapai. Sebelumnya, Sandi dalam pernyataan penutupannya menyampaikan bahwa Indonesia adalah sekeping surga yang turun ke muka bumi.

“Melihat semangat dari para pengurus desa-desa wisata, Ketua Pokdarwis maupun Kepala Desa dan seluruh Kepala Daerah yang ada, Saya melihat bahwa semangat Indonesia akan bangkit,” tutup Sandi. (*)