Taman Budaya Benteng Somba Opu Boyong Seniman Ikuti TKTB se-Indonesia XX di Lampung

 

Mengikuti Temu Karya Taman Budaya XX Lampung.
Zainal Arifin Abidin (tengah) disambut panitia Temu Karya Taman Budaya XX di bandara (16/11/21).

AMBAE.co.idBandar Lampung. Setelah sempat tertunda, akhirnya Temu Karya Taman Budaya (TKTB) se-Indonesia ke-XX resmi dihelat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Lampung yang bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek RI (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Provinsi Bandar Lampung menjadi tuan rumah untuk gelaran yang sedianya dilaksanakan tahun 2020 itu.

Sementara itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) berkesempatan mengikuti event nasional itu. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Benteng Somba Opu yang dipercayakan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel memboyong puluhan seniman ke Lampung.

Rombongan disambut meriah secara adat sejak tiba di Bandar Udara Internasional Radin Inten II di Jalan Lintas Sumatera Nomor 758, Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kepala UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu (BSO), Zainal Arifin Abidin mendapat kehormatan dikalungkan selendang oleh panitia yang menanti.

Selanjutnya rombongan yang sebagian besar adalah seniman asal Sulsel bertolak menuju lokasi event yang dipusatkan di UPT Taman Budaya Lampung, Jalan Cut Nyak Dien, Kota Bandar Lampung. Zainal mengapresiasi penyambutan yang luar biasa bagi rombongan Sulsel.

“Ini kehormatan bagi kita dari Sulawesi Selatan. Kita disambut dengan ramah dan meriah, terima kasih, patut kita apresiasi,” tuturnya.

Turut bersama dalam rombongan, Kepala Seksi Pengkajian dan Penyajian Seni, Dewati. Sekaligus menjadi penanggung jawab sesuai tugas pokoknya, mengawal seniman dalam rangka mempersembahkan karya seni pada event yang dihelat hingga 18 November mendatang.

Read:  Baru Sejam Dibuka, Pengunjung PRS 2021 Serbu Stand Disbudpar Sulsel

Sama halnya Zainal, Dewati juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan segenap jajaran Dikbud Lampung serta Pemprov Lampung. Suasana yang bernuansa kepariwisataan tercermin dalam penyambutan tamu hingga berlangsungnya pembukaan.

“Bersama teman-teman rombongan, kita ucapkan terima kasih atas keramahannya, sambutan luar biasa. Semoga kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-XX ini sukses,” harapnya.

Sulsel sendiri mencatatkan sebagai salah satu peserta event dari 18 provinsi yang memastikan hadir berpartisipasi. Provinsi lainnya terkendala dengan Pandemi COVID-19 yang masih mendera, bahkan tahun lalu kegiatan itu ditunda sampai hari ini.

Read:  Denny Irawan Saardi: Jadilah Public Relation

Dewati optimis Sulsel dapat mempersembahkan yang terbaik selama TKTB se-Indonesia ke-XX. Selama 3 hari itu, event akan diwarnai panggung kreasi, pentas seni, diskusi budaya, dan juga pameran seni rupa dan lukisan.

“Seniman yang kita bawa akan menampilkan karya seni tari, Inshaa Allah malam ini. Sanggar Seni binaan UPT Taman Budaya BSO, binaan Disbudpar Sulsel akan mementaskan tari sikamali,” ungkapnya.

Memang tidak ada lomba selama perhelatan itu kata Dewati. TKTB se-Indonesia ditujukan sebagai ajang silaturahmi untuk menumbuhkan kreativitas dan memperkuat hubungan antar Taman Budaya.

“Ada juga pagelaran seni musik, teater, sastra. Terus ada pameran seni rupa, kami memgangkat judul ‘Karya Paraga’. Juga ada karya Aryo Bayu yang difasilitasi Taman Budaya BSO secara daring,” terang Dewati.

Pembukaan pada Selasa siang (16/11/21) diawali parade busana adat kontingen asal. Berlanjut seremonial pembukaan oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi ditandai pemukulan alat musik tradisional Lampung.

Dalam sambutannya, Arinal mengungkapkan dirinya berbangga karena event dilangsungkan di Taman Budaya Lampung.

“Istimewa bagi Lampung karena Taman Budaya Lampung digunakan sebagai lokasi pertemuan karya budaya se-Indonesia. Saya merasa bangga dan menyampaikan selamat datang kepada semua peserta, tamu-tamu kita dari berbagai provinsi di Indonesia,” kata Gubernur Lampung.

Menurutnya, hal itu mesti dibudayakan, bahwa keberagaman yang ada mampu menyatu di tempat itu. Budaya baginya tidak boleh diganggu-ganggu, namun dirawat dan dilestarikan untuk tetap bisa dinikmati dan dirasakan energi dan kejayaannya oleh generasi mendatang.

Read:  Golden Anniversary KORPRI, Kadisbudpar Sulsel: Maksimalkan Potensi dan Kompetensi

Sedangkan Kepala Disdikbud Lampung, Sulpakar melaporkan TKTB se-Indonesia XX selayaknya dijadikan momentum meningkatkan hubungan kerja sama antar Taman Budaya. Paling banter, akan melahirkan rumusan kebijakan terhadap Taman Budaya dan juga rencana TKTB berikutnya.

TKTB se-Indonesia ke-XX menjadi wadah berkumpulnya Tokoh Budaya dan Seni. Diarahkan untuk dapat mempertahankan, melestarikan, serta menumbuhkembangkan budaya Indonesia yang tersebar di 34 provinsi.

“Lampung sebagai tuan rumah, tentu saja kami akan berbagi semua informasi terkait budaya Lampung,” paparnya yang juga pernah menjabat Pj Wali Kota Bandar Lampung dan Pjs Bupati Lampung. (*)