Peringati Hari Jadi Sulsel ke-352, Jajaran Disbudpar Tampil Beda

 

Pakaian adat khas Sulsel di peringatan HUT Sulsel ke-352.
Kadisbudpar Sulsel mengenakan jas tutu’ dan songkok khas Sulsel (19/10/21).

AMBAE.co.idMakassar. Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) seakan berubah wajah dan penampilan, utamanya hari ini, Selasa (19/10/21). Biasanya para ASN (Aparatur Sipil Negara) mengenakan pakaian seragam khaki, kali ini berbeda dan menyita perhatian.

Pasalnya pakaian adat daerah Sulsel menghiasi lingkungan kantor itu di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Kota Makassar. Seluruhnya berkantor layaknya sedang menghadiri event bertajuk kebudayaan.

Rupanya bukan karena itu, namun bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sulsel yang ke-352. Dirayakan cukup sederhana secara hybrid, offline-nya dihelat di Gedung DPRD Provinsi Sulsel dengan undangan terbatas.

Selebihnya, ASN diwajibkan hadir virtual melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dari lokasi berbeda. Seperti halnya Disbudpar Sulsel, mulai dari Pejabat Eselon III, IV hingga staf mengikuti virtual bersama Sekretaris Disbudpar Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra.

Sedangkan Kepala Disbudpar Sulsel, Muhammad Jufri hadir langsung pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD SulSel bersama Plt (Pelaksana Tugas) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

“Terima kasih teman-teman, keluarga besar Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan telah berpartisipasi penuh ketulusan dan kesadaran, ikut mengikuti kegiatan virtual hari ini. Saya sendiri, hadir mengikuti peringatan Hari Jadi Sulawesi Selatan yang ke-352 tahun ini di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, sementara teman-teman semua dari kantor kita ini,” terang Jufri setibanya di Gedung Mulo.

Jufri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajarannya. Bahwa kepatuhan dan ketaatan telah lebih dini dirasakan dan disaksikannya sejak awal kepemimpinannya di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang erat kaitannya dengan sektor pariwisata dan budaya itu.

“Perlu kita apresiasi pastinya. Di sini tercermin kebersamaan, sebagaimana pentahelix tourism itu sendiri mengedepankan konsep dan metode kolaboratif, sinergitas dan kesadaran berwisata serta menjaga nilai-nilai seni dan budaya. Ini juga sejalan himbauan Bapak Plt Gubernur untuk terus memupuk sinergi dan kolaborasi,” jelasnya.

Ditambahkan bahwa dengan mengenakan pakaian adat daerah, hakikinya turut mendukung upaya menjaga kebudayaan tetap lestari. Tak lekang waktu, bahkan bukan hanya hari ini saja, dia mengajak jajarannya memberi warna dan nilai positif dalam berbagai kesempatan, termasuk mengenakan pakaian adat khas Sulsel.

Read:  Untung Terus Mengalir Berkah Berqurban, Tahun 2020 Nurdin Sembelih 4 Ekor Sapi

Pantauan AMBAE, ASN Disbudpar Sulsel memakai baju bodo, baju labbu, jas tutu’, baju pokko’, seppa tallung buku, kandore, songkok guru, dan songkok recca. Adalah beberapa jenis pakaian berupa baju, celana, dan topi disertai aksesoris yang dikenakan hari ini.

Terlebih, ASN yang bertugas di OPD satu ini terbilang multi etnis. Mereka berasal dari suku Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar, belum lagi daerah asalnya beragam dari 24 Kabupaten dan Kota yang ada di Sulsel.

Read:  Geopark Maros-Pangkep Siap Ikuti Assesstment UNESCO

Warna-warni pakaian yang menyita perhatian itu, juga secara seksama menarik perhatian Jufri yang bergelar Professor. Dirinya mengajak jajarannya berfoto bersama, malah meluangkan kesempatan khusus selama kurang lebih 1 jam di ruang kerjanya.

“Ya kita foto bersama, ini juga bagian penting bagi Saya untuk lebih mengenal teman-teman. Alhamdulillah keakraban terus terjalin dan terbangun selama beberapa hari ini,” ujarnya.

Jufri sendiri mengenakan jas tutu’ sebagai atasan (bagian atas/baju), pakaian adat khas suku Makassar dan Bugis itu dilengkapi penutup kepala (songkok) beruntaikan benang emas yang lazim disebut Mbiring. Bawahan, Jufri tampak kharismatik dengan lipa’ sabbe (sarung sutera) berwarna merah, ditambah ikat pinggang bertahtahkan benang emas.

Read:  Senam Massal di Rest Area Tino Bantaeng, Ketua PKK: Ini Memupuk Kebersamaan

Lantas, Jufri menuturkan Sulsel akan maju dan berkembang dari waktu ke waktu karena dukungan semua pihak. Perhatian disertai kepedulian untuk mengeksplor potensi yang ada, lebih khusus pariwisata dan budaya dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan devisa negara dengan dibukanya kembali ruang dan kesempatan kunjungan wisatawan maupun pelancong.

“Keluarga besar Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan, Selamat Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-352. ‘Bersatu Sipakatau dalam Era Baru Menuju Sulawesi Selatan Lebih Baik’. Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Ewako, Ewako, Ewako,” kata Jufri diikuti jajarannya. (*)