Kemenkominfo Pertemukan Start-up Digital Makassar pada Roadshow V HUB.ID

 

Roadshow V HUB.ID Makassar.
Diskusi panel bersama para Start-up binaan HUB.ID (15/10/21).

AMBAE.co.idMakassar. Melalui Direktotat Jenderal Aplikasi Informatika dan Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar Networking Session (Roadshow) V HUB ID – 2021. Kegiatan itu dilangsungkan offline dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di The Rinra Hotel Makassar, Mall Phinisi Point pada Jum’at (15/10/21).

Dihadiri sejumlah start-up digital yang tersebar di Kota Makassar pada khususnya yang didominasi kalangan milenial. Kemenkominfo menargetkan terjalin interaksi antara start-up dengan para pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha maupun akademisi.

Karenanya pihak panitia juga menghadirkan perwakilan institusi pemerintah. Tampak hadir diantaranya utusan Dinas Kominfo Kota Makassar, sementara dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dihadiri oleh Amson Padolo selaku Kadis Kominfo, Statistik, dan Persandian serta Syamsuniar Malik selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar).

Start-up dan para pemangku kepentingan diberi kesempatan berdiskusi dengan start-up terpilih untuk lebih jauh membahas potensi dan inovasi yang bisa dikerjasamakan. Kemenkominfo RI menempatkan Synchro, Pejalan, Gudang Emas dan Titik Pintar, masing-masing start-up di bidang kesehatan (healthcare), pariwisata (tourism), keuangan (finance) dan pendidikan (education) untuk menyajikan produk dan layanan yang akan diberikan.

Read:  Lahir 37 Hari Lalu, DPD AHLI Siap Berkolaborasi Disbudpar Sulsel

Semisal start-up Titik Pintar, mempersembahkan produk pembelajaran interaktif yang bisa digunakan di sekolah. Pejalan punya website yang dapat mempertemukan para traveler yang akan membantu mempromosikan kepariwisataan.

Kegiatan dibuka secara resmi Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Ansar. Dia yang mewakili Walikota Makassar mengapresiasi langkah Kemenkominfo RI melalui HUB.ID, menurutnya penting untuk menyesuaikan kondisi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat akselerasinya.

“Sebelum tahun 2000-an Saya beli tiket, itu masih berupa kertas. Sekarang semakin berkembang,” ujarnya.

Saking cepatnya, industri digital harus menopang lajunya karena telah menjadi kebutuhan mendasar bagi sebagian besar masyarakat, termasuk di Makassar dan Sulsel. Amson Padolo menambahkan bahwa jaringan telekomunikasi yang menjadi kendala utama terhadap pemenuhan untuk mewujudkan Indonesia digital.

Read:  12 Karya Budaya dari Sulsel Segera Dicatatkan Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

Hal itu juga dirasakan di Sulsel, sedangkan kewenangan infrastruktur komunikasi ada di tangan Pemerintah Pusat. Kominfo Sulsel hanya diberi kewenangan atas fungsi komunikasi, statistik dan persandian, dan itu terua dioptimalkan dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) jajarannya yang mumpuni.

“Kami punya tenaga-tenaga IT yang luar biasa hebat. Tapi perlu diketahui, kewenangan untuk infrastruktur jaringan komunikasi itu ada di pusat, ini penting Saya sampaikan karena kami sering ditanya dengan kendala jaringan,” kata Amson.

Dia juga dimandat sebagai Narasumber bersama perwakilan Gudang Emas, Heru Wijaya dan Sidarta Gemilang dari Synchro pada sesi diskusi panel bertajuk Teknologi dan Inovasi Start-up Masa Kini. Tampil pula Founder Confie Indonesia, Khairul Umam dan Dosen Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Indrabayu.

Sebelumnya, Luat Sihombing selaku Koordinator Business Matchmaking HUB.ID dari Kemenkominfo RI menyampaikan, HUB.ID merupakan platform yang memungkinkan start-up lokal pasca-benih di Indonesia untuk naik level ke regional bahkan internasional. Kehadiran Kemenkominfo RI dan HUB.ID sendiri menjembatani start-up dengan pemerintah dan mitra perusahaan.

“Hub.id Indonesia punya 2.193 start-up, berada pada peringkat kelima di dunia. Hari ini kami membawa 4 start-up,” jelasnya.

Start-up pasca benih itu akan dimentoring dan di-coach lebih jauh. Luat meyakinkan, Kemenkominfo RI telah menyiapkan mentor terbaik.

“Kenapa kita datang jauh-jauh kesini? untuk bisa aling mengenal agar lebih kokoh. Kita mentoring, kita coach, kita ikutkan di business matchmaking, nantinya jadi portofolio kepada yang lain. Mereka bisa pitching and selling,” tegasnya.

Sementara itu, Syamsuniar Malik dalam keterangannya kepada AMBAE berharap pelaku industri pariwisata dapat memanfaatkan kerja sama dengan para start-up. Terutama yang erat kaitannya dengan sektor kepariwisataan.

“Ada Pejalan, ini menawarkan potensi promosi bagi industri pariwisata. Mengenai pencatatan dan manajemen data, tadi ada Synchro ya, start-up ini bisa jadi solusi jika selama ini cuma dicatat pakai Excel (Microsoft Office Excel),” harap Syamsuniar. (*)