Ketua PKK SulSel: Ingat 3M PLUS Biar Aman Demam Berdarah

Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah.
Screenshot status Facebook akun Lies Fachrudin terkait pencegahan demam berdarah (07/03/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Memasuki musim hujan tahun 2020, dibutuhkan persiapan demi persiapan. Seperti digambarkan sebuah ungkapan “sedia payung sebelum hujan”.

Namun, tidak sampai disitu saja. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) yang diketuai Hj Liestiaty F Nurdin menghimbau agar membiasakan hidup bersih.

Hujan disebutnya berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mesti disikapi ada dampak bisa ditimbulkan jika kita lalai, Lies fokus terkait bahaya virus dengue yang dibawa virus aedes aegypti.

“Kita kadang lalai memperhatikan genangan air setelah hujan yang akan mengisi kaleng bekas di halaman. Disitulah nyamuk aedes aegypti bisa bersarang, bahayanya karena akan menjangkiti manusia dengan demam berdarah”, ungkap Lies.

Lebih lanjut dirinya menghimbau seluruh masyarakat SulSel untuk mencegah Demam Berdarah dengan “3M PLUS”. Disamping penampungan air di luar rumah, bak mandi juga perlu dibersihkan dan dikuras secara berkala.

“Ingat 3M PLUS biar aman dari demam berdarah. 3M itu, menguras, menutup dan mengubur” tututnya.

Sesuai arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 3M adalah Menguras bak mandi dan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang yang dapat menampung air.

Read:  Buletin Kareba, Cindermata Untuk Ketua Umum PKK

Disamping itu masyarakat diarahkan untuk tidak menggantung baju sembarangan, tidur memakai kelambu, menabur larvasida serta memelihara ikan pemakan jentik yakni ikan kepala timah.

Tak hanya menyiapkan Surat Himbauan kepada seluruh PKK Kabupaten/Kota se-SulSel, himbauan itu dipublikasikan pula melalui akun sosial media Facebook miliknya. Dia berharap masyarakat sedini mungkin peduli dengan kebersihan dan kesehatan.

“Mohon utk mewaspadai nyamuk demam berdarah. Yuuuuk bersih2”, tulis akun Lies Fachrudin, Sabtu (07/03/20), sekitar pukul 10:00 Wita.

Menutup pernyataannya kepada AMBAE, Lies menekankan bahwa masyarakat jangan panik dengan merebaknya virus corona (Covid-19) hampir di seluruh penjuru dunia. Jangan sampai penyakit dasar kata dia, justru terabaikan dalam hal pencegahan dan pengawasan. (*)