DisBudPar SulSel Bebas Nyamuk

Penghargaan Kantor Bebas Nyamuk.
Kemal Redindo Syahrul Putra (kedua dari kiri) menerima piagam penghargaan Kategori Terbaik I Kantor Bebas Nyamuk di Hotel Gammara Makassar (22/10/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Sebuah status yang jarang didapatkan yakni “Kantor Bebas Nyamuk”. Predikat ini disandang Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (DisBudPar) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) untuk Kategori Terbaik I.

Piagam Penghargaan pun menjadi penanda yang diterima Sekretaris DisBudPar SulSel, Kemal Redindo Syahrul Putra. Tepatnya Kamis pagi (22/10/20) di Gammara Hotel, Kota Makassar.

Tertanggal sama, piagam itu ditanda tangani langsung Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah. Adalah Lomba Kantor Bebas Nyamuk dalam rangka Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) Tahun 2020 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) SulSel.

Sementara di posisi Terbaik II lingkup Pemprov SulSel diraih oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Kehutanan SulSel. Ketiganya diterimakan oleh Asisten I Pemprov SulSel, Andi Aslam Patonangi.

Read:  Tempuh 9 Jam, Jajaran DisBudPar SulSel Penuhi Undangan Palopo Art Festival

Untuk ruang lingkup Kemkes, penghargaan diberikan masing-masing kepada Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Pusat Pendidikan SDM Kesehatan dan Pusat Peningkatan Mutu Kesehatan yang diserahkan Direktur P2PTVZ, Kemkes RI, Didik Budijanto.

Terpisah, Denny Irawan Saardi selaku KadisBudPar SulSel menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada instutisi yang dipimpinnya. Dia berharap penghargaan itu dapat memacu dirinya beserta jajarannya untuk lebih meningkatkan lagi pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan kerjanya.

“Tentu ini penghargaan untuk kami semua di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, utamanya para staf yang telah mempersembahkan lingkungan yang bersih dan sehat serta mendapat predikat bebas nyamuk, Alhamdulillah. Mudah-mudahan seterusnya nyamuk menjauh dari kantor kami”, kata Denny yang dikonfirmasi via WhatsApp.

Dia sekaligus menghimbau jajarannya agar bisa mempertahankan predikat itu. Baginya bukan hal mudah, namun optimisme tetap ada karena Pandemi COVID-19 telah menjadi guru yang serta merta mengarahkan setiap orang untuk senantiasa berperilaku disiplin sehingga sehat harus diperhatikan kapan pun dan di mana pun.

“Saya kira dengan adanya Pandemi COVID-19 ini, kita semakin disiplin lagi menjaga kebersihan, kesehatan dan juga keamanan kita dengan orang lain dan sebaliknya. Begitu juga lingkungan sekitar baik di rumah maupun di tempat kerja”, pungkasnya.

Di Hotel Gammara itu dilangsungkan Pencanangan Kantor Bebas Nyamuk serta Talk Show Lingkungan Sehat Bebas Nyamuk secara virtual. Menghadirkan Gubernur SulSel sebagai keynote speaker.

Read:  DWP Donasikan Makanan Untuk Dapur Umum PKK SulSel Hingga Akhir Ramadhan 1441H

Hadir pula sejumlah Narasumber yakni Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemkes RI, Achmad Yurianto dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi SulSel, Muhammad Ichsan Mustari.

Direktur P2PTVZ, Kemkes RI, Didik Budijanto, Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemkes RI, M Budi Hidayat dan Isra Wahid selaku Peneliti Entomologi Kesehatan dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yang kerap disebut peternak nyamuk dari Makassar serta Guru Besar IPB Bogor, Upik Kesumawati Hadi sebagai Moderator. (*)