Isteri Nurdin Abdullah Menyemangati Anggota PKK SulSel dengan Madu Hutan

Pengurus PKK SulSel diberi suplemen madu hutan.
Anggota TTC COVID-19 PKK SulSel di Sekretariat PKK SulSel (16/05/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Bekerja siang malam mengatur hingga menyalurkan paket bantuan ke masyarakat, Pengurus Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) membutuhkan suplemen agar tetap bertahan dalam kondisi yang fit di tengah pandemi COVID-19 serta dalam menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1441 H.

Ketua PKK SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin menyikapinya dengan menyuplai madu hutan. Sedikitnya 15 botol madu asli jenis madu hutan diberikan kepada Pengurus PKK SulSel yang tergabung dalam Tim Tanggap Cepat (TTC) COVID-19 PKK SulSel pada Sabtu (16/05/20).

“Iya, ada beberapa botol itu Saya kasi untuk teman-teman yang bekerja siang malam membagikan bantuan sembako dan bantuan lainnya. Mudah-mudahan menambah semangat, stamina dan daya tahan tubuh”, jelas Lies.

Hal dilakukannya itu kata Lies, bagian dari upaya untuk lebih peduli terhadap jajarannya. Betapa tidak, sejatinya Pengurus dan Anggota PKK yang bekerja menghidupkan organisasi untuk menyokong Ketua dan semua yang di atasnya.

“Sebenarnya teman-teman merasa senang sekali jika kita sering ketemu, apalagi menyapa dan berinteraksi mendengarkan kisah mereka sampai ke lapangan. Tapi Saya pikir kenapa tidak diberi suplemen ya, makanya kita kasi madu hutan”, ungkapnya.

Dibenarkan Sekretaris PKK SulSel, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka jika dirinya bersama para Pengurus dan Anggota TTC COVID-19 telah menerima madu hutan dari Isteri Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah itu.

Read:  Pimpinan Tinggi Pratama BPIP Dijadwal Mengisi Khutbah Idul Fitri 1440 H di Bantaeng

Adapun 20 botol lagi berasal dari Dinas Kehutana Provinsi Sulawesi Selatan. Difasilitasi Nur Anti yang juga adalah Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan (DP3ADaldukKB SulSel).

“Madu dari Ibu Gubernur (Isteri Gubernur SulSel) ada 15, dari Ibu Anti itu ada 20. Jenisnya madu hutan dari Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan”, urai Sekretaris PKK SulSel yang akrab disapa Ijul.

Ditambahkan Ijul bahwa TTC COVID-19 yang dikoordinir langsung dirinya sejak awla juga telah dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Termasuk kata dia, hand sanitizer untuk para petugas lapangan.

Read:  Wudhu Senjata Dasyat Melawan COVID-19

Sementara di Sekretariat PKK SulSel di Jalan Masjid Raya Nomor 70A Makassar, oleh Lies telah menyediakan tandon air berukuran 1 Kubik. Digunakan untuk prasarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

“Apalagi dengan madu hutan ini, Inshaa Allah semangat teman-teman yang selalu ada akan bertambah lagi. Dan semoga tetap terjaga kesehatan seluruh anggota tim dari serangan virus corona”, tegas Ijul.

Tak hanya madu, dalam berbagai kesempatan Anggota TTC COVID-19 mendapat kiriman makanan, kue hingga suplemen lainnya seperti vitamin C serta prasarana kerja yang mengacu pada protokol kesehatan.

Read:  Senam Massal di Rest Area Tino Bantaeng, Ketua PKK: Ini Memupuk Kebersamaan

Untuk diketahui, madu hutan memiliki kandungan sangat tinggi dibanding madu biasa. Demikian halnya dalam hal rasa, berbeda dengan madu biasa yang rasanya sangat manis karena jenis madu ini dihasilkan dari lebah yang banyak hidup di kawasan hutan yakni lebah jenis Apis Dorsata atau lebah liar.

Di dalamya terkandung antioksidan, bee pollen dan propolis jauh lebih tinggi dari madu biasa. Membuatnya bisa membantu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh manusia pada khususnya. (*)