Pencanangan Vaksinasi COVID-19 Bantaeng, Nurdin Abdullah: Solusi Perlindungan Ganda

 

Vaksinasi COVID-19 Bantaeng.
Nurdin Abdullah (tengah) berbincang dengan Direktur RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng (kanan) pada Pencanangan Vaksinasi COVID-19 (02/02/21).

AMBAE.co.idBantaeng. HM Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulawesi Selatan (SulSel) melakukan Pencanangan Pemberian Vaksinasi COVID-19 tingkat kabupaten/kota. Bertempat di RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng pada Selasa (02/02/21).

Di mana 23 Kabupaten dan Kota lainnya di SulSel melakukan hal sama. Sebelumnya dilakukan di tingkat provinsi.

“Hari ini kita datang untuk melauching vaksin perdana di sini. Diikuti 24 Kabupaten/Kota yang lain di Sulawesi Selatan”, jelasnya.

Pemberian vaksin itu menurutnya sebagai langkah optimalisasi penanganan CoronaVirus Desease 2019 (COVID-19). Di mana pandemi mendera Indonesia pada khususnya lebih dari setahun lamanya.

“Vaksin ini solusi untuk perlindungan ganda. Dimulai dari garda terdepan penanganan COVID-19, Tenaga Kesehatan dan TNI-POLRI”, pungkasnya.

Karenanya, Nurdin Abdullah berharap seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) sudah tuntas divaksin hingga akhir Februari 2021. Terlebih, vaksinasi massal juga dilakukan di Kota Makassar.

“Vaksinasi massal kita adakan di UNHAS. 2000 orang divaksin tiap hari, mudah-mudahan akhir Februari sudah tuntas dan berikutnya masyarakat umum”, tuturnya.

Di RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng sendiri, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng menjalani vaksinasi. Termasuk Dandim 1410 Bantaeng, Tambohule Wulaa.

“Gubernurnya kan sudah vaksin, jadinya tambah percaya diri dan tetap bugar. Tapi ingat, protokol kesehatan tetap utama”, imbuh Nurdin Abdullah.

Langkah teladan ditunjukkan Gubernur SulSel, hal itu disampaikan Sulthan selaku Direktur RSUD Prof Dr HM Anwar Makkatutu Bantaeng. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu ragu lagi karena pemimpin nomor satu di SulSel telah memberi contoh.

“Kita apresiasi Bapak Gubernur Sulawesi Selatan menjadi contoh bagi masyarakat. Beliau bersedia, bahkan sudah divaksin, tentu karena beliau peduli”, ujarnya.

Dikatakan, 400 Nakes di rumah sakit itu akan menjalani vaksinasi. Rentang waktu dibutuhkan kurang lebih 1 minggu.

“Kita awali dengan dokter di rumah sakit ini. Itu menjadi contoh untuk Tenaga Kesehatan lain di daerah kita”, kata Sulthan. (*)

Read:  Sahur ala Songkolo Bagadang dan Kanre Santang, No Ribet plus Murah Meriah