Via Daring Bersama Puspita Milenial Takalar, Ketua PKK SulSel Bicara Peran Keluarga Cegah COVID-19

Vidcon Temu Wicara Ketua PKK SulSel dengan Puspita Milenial Takalar.
Ketua PKK SulSel (hijab merah) berbicara melalui Video Conference (12/05/20).

AMBAE.co.id – Makassar. Hj Liestiaty F Nurdin sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) membahas Peran Keluarga Dalam Upaya Mencegah Penularan COVID-19. Hal itu dipaparkan melalui Temu Wicara via daring (virtual) bersama Pusat Pembelajaran Ibu-ibu Takalar (Puspita) Milenial Takalar, Selasa (12/05/20).

Dia didaulat sebagai Narasumber pada kegiatan yang digagas TP PKK Kabupaten Takalar. Program itu untuk kesekian kalinya digelar, dimana tayang Live melalui akun Instagram @tppkk_takalar.

Dikatakan bahwa keluarga memegang peranan penting sekaligus garda terdepan dalam melahirkan kesadaran memutus penularan COVID-19. Tentu kata dia, diawali peran perempuan sebagai Ibu dalam rumah tangga hingga berperan secara profesi sebagai dokter maupun perawat bagi keluarga.

“Seorang Ibu dapat membangun dan menciptakan pikiran positif dalam keluarga. Termasuk menjamin ketersediaan pangan dengan gizi seimbang”, paparnya.

Hal itu sangat diperlukan untuk membentengi serta memperkuat sistem imun tubuh menghadapi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Kebersamaan di rumah dengan memanfaatkan Stay at Home menurutnya akan menciptakan suasana lebih harmonis.

Read:  Buka Event Vespa, Bupati Bantaeng Berharap Scooterist Jadi Messenger

Caranya kata Lies, Ibu khususnya harus memastikan anak-anak, Suami dan anggota keluarga lainnya tetap berada di rumah. Di samping itu suasana nyaman dan aman harus tercipta, sehingga meminimalisir munculnya kejenuhan.

“Waktunya kita dekat dengan anak, mejadi guru dan melayani Bapaknya. Perbanyak berkomunikasi, tidak mudah menjadi guru dan bekerja seperti biasa sebagai Ibu Rumah Tangga, butuh sabar dan ikhlas”, imbuhnya.

Lanjut Lies menjelaskan seperti apa kehidupan kelurganya dan lingkungan rumah tangganya, khususnya di Rumah Jabatan Gubernur SulSel. Rutinitas di bulan suci Ramadhan 1441 H ini tidak ditinggalkannya meski dirinya sama sibuknya dengan Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah.

“Di Rujab Gubernur, Saya buka puasa dengan Bapak. Sesudahnya kami Shalat Maghrib berjama’ah dan juga Shalat Tarwih, termasuk pegawai rumah tangga”, jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, dia tak henti-hentinya mengingatkan untuk senantiasa memakai masker. Meski di dalam rumah kata Lies dan juga mencuci tanga.

“Ibu mengingatkan selalu untuk memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Jadi Bapak itu kalau pulang, langsung buka sepatu, mandi lalu ganti pakaian”, tutur dia.

Disampaikan bahwa Nurdin Abdullah sebagai Gubernur tentu banyak beraktifitas di luar rumah. Berinteraksi orang banyak, tatkala kembali ke rumah tetap mengikuti protokol kesehatan dengan tidak langsung masuk ke kamar.

“Saya kira Ibu dan Bapak semua sudah tahu aturan protokol kesehatan kalau keluar rumah pakai masker”, tambahnya.

Lies mengunci pernyataannya dengan kalimat sakti yang menggambarkan betapa pentingnya Ibu sebagai perempuan sekaligus salah satu komponen masyarakat ikut andil mencegah penyebaran COVID-19. Disampaikan secara ekslusif kepada AMBAE saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa malam.

“Sekecil apapun itu akan sangat berarti. Jadilah pahlawan bagi keluarga dan bermanfaatlah bagi orang di sekitar, utamanya tetangga”, pungkasnya.

Kepada seluruh peserta Video Conference (Vidcon), dia mengajak untuk membantu Pemerintah menangani virus corona. Tak hanya di sisi pasien, karena banyak hal lain yang perlu mendapat perhatian seperti masyarakat hingga kondisi perekonomian yang mengalami dampak.

“Saatnya Ibu-ibu dan perempuan SulSel pada khususnya menunjukkan kepada bangsa ini jika kita memang bisa memberi andil yang sama dengan kaum laki-laki”, tutup Lies.

Temu Wicara bertajuk “Talkshow Madrasah Ramadhan Online” itu diikuti Sekretaris PKK SulSel, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka dan lebih dari 100 peserta. Diantaranya Tim Penggerak PKK Tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Takalar. Sekaligus sebagai peserta kelas pembelajaran dari Puspita Milenial Takalar.

Read:  Professor Nurdin Abdullah Minta Calon Jama'ah Haji Jeneponto Bersabar

Turut menjadi Narasumber program itu, Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Hj Irma Andriani. Demikian halnya Camat, Kapolsek dan Danramil yang tergabung dalam Tripika (Tiga Pimpinan Kecamatan), juga didaulat sebagai Narasumber terkait “Kesadaran Hukum dan Bela Negara”. (*)