Menarik! Dilantik Jadi Kades Bonto Tangnga, Stiven Didampingi Gadis Berjas PKK

Pelantikan Kades Bonto Tangnga.
Stiven atau Mahmuddin (tengah) bersama para Kepala Desa di Bantaeng (24/12/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Selalu ada cerita menarik dibalik sebuah seremonial pelantikan. Sama halnya Pelantikan Kepala Desa (Kades) yang berlangsung di Gedung Balai Kartini Bantaeng pada Selasa pagi (24/12/19).

Dari 12 Kepala Desa yang dilantik, orang nomor satu di Desa Bonto Tangnga mendapat perhatian lebih, setidaknya oleh sebagian besar yang hadir di gedung yang berlokasi di Jalan Kartini, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng itu.

Mahmuddin atau biasa disapa Stiven tidak didampingi sang Isteri. Melainkan seorang gadis berusia 19 tahun 24 hari.

Adalah Sri Wahyuni, saat ini masih berstatus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada semester ketiga. Seperti halnya pendamping 10 Kades lainnya, Umi sapaan akrab gadis cantik itu mengenakan jas hijau tosca untuk Tim Penggerak PKK (TP PKK).

“Sri ini keponakan Saya, bukan Isteri. Dia saat ini menjabat Ketua PKK Sementara Bonto Tangnga”, ungkap Stiven kepada AMBAE.

Dalam wawancara ekslusif bersama AMBAE, Stiven kembali menegaskan sudah punya target khusus terkait pasangan sehidup semati. Hingga kini, Kades yang terbilang muda itu masih berstatus jomblo hingga harus didampingi sang ponakan.

Read:  Pesantren Kilat Anak Jalanan, Ketua PKK Sulsel: Mereka Harus Kita Perhatikan

Kades lainnya yang tidak didampingi Isteri adalah Kades Borongloe, Sri Rahma Lilianti. Dia justru didampingi sang suami yang mengenakan jas berwarna hitam.

Kondisi itu menurut Stiven tidak membuatnya patah semangat untuk bekerja melayani masyatakatnya yang butuh perubahan. Harapannya, Desa Bonto Tangnga di Kecamatan Ulu Ere semakin baik dalam segala aspek terutama kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan di semua sektor.

“Semoga secepatnya sudah ada Isteri pendamping hidup dan aktifitas keseharian khususnya berperintahan di desa. Sebenarnya Saya paling menghindari ditanya begini”, ujarnya sambil terkekeh-kekeh.

Stiven bahkan mendapat sorakan dari puluhan Kades yang hingga saat ini masih menjabat. Diketahui Ketua PKK di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan, diutamakan adalah Isteri dari Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa/Lurah.

Read:  Kapolres Bantaeng Pesan Masyarakat Agar Mengurangi Plastik Sekali Pakai

Disebutkan dalam Pasal 9 ayat 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga bahwa Isteri Kepala Desa secara otomatis menjabat sebagai Ketua TP PKK Desa.

Meski diperkuat lagi di Pasal 10 ayat 1 yang berbunyi “Apabila Menteri Dalam Negeri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Kepala Desa/Lurah seorang perempuan atau tidak mempunyai isteri, Ketua Umum dan Ketua Tim Penggerak PKK di daerah ditunjuk oleh pejabat yang bersangkutan”.

Read:  Dinas PPPA SulSel Dampingi Wilayah V Menghadapi Evaluasi KLA 2019

Sri yang menetap di Dusun Talakayya, Desa Bonto Tangnga serta merta menjadi Ketua PKK atas kepercayaan yang diberikan oleh Stiven. Dia anak kedua dari 3 bersaudara dari pasangan keluarga Arifin dan Mantang.

Hal itu dibenarkan Mantasia, warga Desa Bonto Tangnga lainnya yang juga masih satu pertalian rumpun keluarga dengan Stiven dan Sri. Dirinya optimis Sri dapat menjalankan amanah sebagai Ketua PKK jika benar akan dilantik nantinya.

“Sri Wahyuni benar ponakan pak Desa. Dia yang gemar menyanyi punya cita-cita menjadi seorang Jaksa”, beber Mantasia.

Dengan begitu, Sri dinilainya layak mendampingi Stiven dalam status jabatannya. Mantasia berharap pula agar Kades Bonto Tangnga segera menikah. (*)