Puluhan Pesepeda Jajal Mulusnya Jalan Butta Toa di Malam Hari

Pesepeda Bantaeng.
Komunitas Pesepeda Bantaeng start dan finish di Pantai Seruni Bantaeng pada malam hari (20/12/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Malam hari rupanya tidak menghalangi sejumlah pemuda di Kabupaten Bantaeng mengayuh sepedanya. Tidak kurang dari 30 Pesepeda menjajal jalan beraspal Butta Toa (Tanah Tua) pada Jum’at malam (20/12/19).

Digawangi Emiel Salim selaku Koordinator Lapangan (Korlap), memilih start dan finish di titik terindah di Kabupaten Bantaeng. Tepatnya di Kawasan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

“Kita startnya di sekitar Lapangan Pantai Seruni Bantaeng. Alhamdulillah lebih dari 10 Kilometer kita lalui dengan sepeda, untungnya semua jalan di Bantaeng tadi sudah mulus dengan hotmix”, jelas Emiel.

Dari titik start Pesepeda mengarah ke Barat melewati Jalan Seruni di sepanjang Lapangan Hitam menuju Jalan Raya Lanto. Lalu ke arah Barat melintasi Jalan Pahlawan.

Bergerak ke Utara di Jalan TA Gani, lalu ke Timur di Jalan Hasanuddin I, Jalan Bakri, Jalan Manggis. Berikutnya ke Jalan Kartini dan melintasi lagi Jalan Raya Lanto ke arah Timur hingga Jalan Dr Ratulangi.

Read:  Grand Final Puteri Pariwisata Bantaeng 2019, Sekda: Ajang Kreasi Pemuda Pemudi

Pesepeda kemudian menuju Jalan H Solthan, Jalan S Bialo, Jalan S Calendu, Bissampole, Jalan Bungung Barania, Jalan Lingkar, Jalan Merpati Baru. Melintasi Jalan Jalan Merpati, Jalan Kenanga, Jalan Teratai, Jalan Seruni dan akhirnya tiba di titik finish setelah melewati Anjungan Pantai Seruni.

Emiel menerangkan jika peserta yang turut berpartisipasi merupakan gabungan beberapa komunitas. Empat diantaranya datang dari klub yang menamakan diri Selika (Sepeda Lipat Kaimuddin), Komunitas Pesepeda Jalan Mangga, Komunitas Pesepeda Mandiri (Bank Mandiri) dan BT (Butta Toa) Cycling.

Kegiatan itu sendiri diberi tajuk “Butta Toa Cycling Night Ride”. Mengangkat tema “Gowes itu BIKE”, Emiel berdalih itu bagian dari sosialisasi kepada masyarakat bahwa bersepeda di malam hari tak kalah menariknya dengan pagi, siang dan sore hari.

“Pastinya kita utamakan keselamatan berkendara. Karena kita pengendara sepeda, tetap pakai helm, ditambah penggunaan lampu wajib karena ini bukan siang hari”, ungkapnya.

Lanjut dikatakan, kegiatan itu pertama kalinya diadakan. Pemuda yang juga Anggota BT Cycling sekaligus penggagas event punya rencana besar untuk menjadikanya rutin minimal 2 kali sebulan.

Read:  World Cleanup Day 2019, Aliansi Pemuda Ulu Ere Bersih-bersih Jalan Desa Bonto Daeng

Pesepeda lainnya, Indra Jaya menuturkan jenis sepeda yang digunakan beragam mulai dari Seli (Sepeda Lipat), RB (Road Bike), MtB (Mountain Bike) dan Fixie. Untuk event selanjutnya, dia akan mengundang Pesepeda Singking dan Low Rider untuk bergabung.

“Mudah-mudahan malam pergantian tahun nanti kita bisa ketemu dan Gowes lagi. Daripada main petasan dan kembang api yang dilarang karena berbahaya, lebih baik Gowes, Gowes itu BIKE”, tandas Indra kepada AMBAE.

Sementara itu, Indra minta perhatian Pemerintah agar tidak mengabaikan kehadiran Pesepeda yang notabene turut menggiatkan budaya sehat. Apalagi kata Indra, di Bantaeng belum ada jalur khusus untuk sepeda di jalan raya.

“Kalau bisa jalur sepeda dibuat Pemerintah. Kami juga minta pejabat-pejabat aktif bersepeda, minimal berpartisipasi di kegiatan sederhana seperti malam ini”, pinta dia.

Budaya bersepeda itu menurutnya patut mendapat tempat dalam pengambilan kebijakan Pemerintah. Sebut saja kata Indra, di Jum’at pagi mereka bersepeda bolak balik dari dan ke Pantai Marina Bantaeng.

Read:  DLH Hadirkan Coffee Night Park di Tengah Butta Toa, Cocok Untuk Milenial Hingga Dewasa

Rute yang dilalui itu dipenuhi lalu lalang kendaraan bermotor jenis roda 2 maupun roda empat. Tentu akan sangat elok jika jalur sepeda sudah ada agar bisa meminimalisir terjadinya persinggungan dengan jenis kendaraan lain. (*)