Rest Area Bantaeng Segera Terapkan Konsep Michi-no-Eki Jepang

Kunjungan Gubernur SulSel.
Sesi wawancara bersama Gubernur SulSel (baju putih) dan Bupati Bantaeng (baju khaki) dengan Awak Media.

AMBAE.co.id – Bantaeng. Rest Area Bantaeng dalam waktu dekat akan mengadaptasi Michi-no-Eki. Merupakan suatu program ekonomi kreatif yang dikembangkan di negeri Sakura, Jepang dengan melibatkan petani lokal sebagai pelaku ekonomi. Hal itu mengemuka saat Gubernur SulSel, HM Nurdin Abdullah berkunjung ke tempat itu, Selasa (21/05/19).

“Untuk Rest Area Bantaeng ini kita akan terapkan konsep Michi-no-Eki”, ungkap Nurdin Abdullah.

Dia yang akrab disapa “NA” mengatakan jika beberapa Rest Area akan didorong pengembangannya oleh Pemprov SulSel. Starting pointnya dari Bantaeng untuk menjadi percontohan bagi daerahainnya di SulSel.

“Dibanding Rest Area yang akan kita bangun di Kabupaten Barru dan Jeneponto, tempat ini masuk kategori Mini Rest Area. Tapi starting pointnya mulai dari sini”, tambah NA.

NA berharap packaging lebih diperbaiki lagi terhadap produk-produk yang ada di Bantaeng pada khususnya. Sehingga dapat dijual di Rest Area yang berlokasi di perbatasan Bantaeng-Jeneponto itu, tepatnya di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu.

Nantinya akan menjadi jembatan dalam menjawab persoalan yang dihadapi para petani. NA menjelaskan bahwa petani cenderung kesulitan mendapatkan pasar padahal pasar di Indonesia sangat banyak.

Read:  KOMPAK: Responsif Gender Bukan Saja Perempuan