Seminar Kesehatan Stunting, Kadinkes Bantaeng Hadirkan Isteri Bupati Sebagai Keynote Speaker

Kegiatan Seminar Stunting.
Pelaksanaan Seminar Stunting di Gedung Balai Kartini Bantaeng (26/11/19).

AMBAE.co.id – Bantaeng. Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Kabupaten Bantaeng, dari tahun ke tahun selalu fenomenal. Terbukti banyaknya rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng.

Tahun 2019 yang merupakan HKN ke-55, instansi yang digawangi Andi Ihsan kembali menggelar Seminar Kesehatan bertajuk Stunting di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Selasa (26/11/19). Sengaja dipilih menurut Ihsan karena stunting menjadi salah satu isu nasional yang kini gencar diupayakan Pemerintah Pusat hingga ke daerah khususnya dalam hal pencegahan.

“Semoga dengan seminar ini dapat menambah pengetahuan masyarakat Bantaeng terutama Tenaga Kesehatan yang akan menjadi garda terdepan mensosialisasikan bahaya stunting”, tuturnya.

Dia yang juga adalah Pendiri sekaligus CEO Klinik Doi 79 berharap Tenaga Kesehatan maupun masyarakat yang telah dibekali ilmu dan pengetahuan seputar stunting, dapat mengedukasi masyarakat lainnya. Penekanannya adalah bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat dapat dibudayakan untuk mencegah stunting.

Read:  Bantaeng 1 dari 202 Kabupaten Kota Sehat se-Indonesia

Pada kesempatan itu pula, Dinkes Bantaeng mendaulat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Hj Sri Dewi Yanti sebagai Keynote Speaker (Pembicara Utama/Kunci). Tak lain adalah Isteri Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin yang dikenal aktif sebagai pelari marathon.

Sri mengajak peserta seminar untuk senantiasa menggelorakan gaya hidup sehat. Tentu kata dia, harus dimulai dari sendiri untuk selanjutnya menjadi teladan, minimal bagi orang disekitarnya.

“Ayo kita memulai dan membiasakan gaya hidup sehat dari diri kita pribadi. Lalu kita tebar kebaikan ini kepada seluruh masyarakat”, imbuh Sri.

Dengan begitu stunting dapat dihindari karena sesungguhnya perilaku hidup tidak sehat menjadi pemicu munculnya berbagai jenis penyakit. Stunting sendiri identik dengan kerdil, dimana tinggi badan relatif pendek dari kondisi umumnya.

Read:  Nurdin Abdullah Dorong Wahana Permainan Pantai Marina Bantaeng Menjadi Program Prioritas

Meski banyak indikator lain yang menjadi tolak ukur seorang anak dikategorikan stunting. Stunting merupakan gagal tumbuh kembang yang dialami anak balita.

Bermula sejak periode seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Stunting juga masih berpeluang menjangkiit anak pada masa 270 hari di dalam kandungan serta 730 hari setelah lahir.

Seminar itu menghadirkan pula 4 Narasumber lain yakni Nur Ainun Rani, Eha Sumantri, Ambo Intang dan Kadek Ayu Erika. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Tenaga Kesehatan dalam Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi demi Terwujudnya Generasi Sehat menuju Indonesia Unggul”, hadir saat itu diantaranya Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Dinkes Bantaeng, Aisyah Majid.

Read:  Musrenbang Anak Sinjai Libatkan Kelompok Non Formal dan Disabilitas

Tampak pula Ketua DWP Kabupaten Bantaeng, Vinka Nandakasih, Ketua Organisasi Profesi Bidang Kesehatan serta para Kepala Puskesmas dan Tenaga Struktural Dinkes Bantaeng. (*)