Ada Edukasi Hari Stroke Sedunia di RSKD Dadi Sulsel

 

Kegiatan edukasi stroke.
Gelaran mengedukasi keluarga pasien RSKD Dadi Sulsel, diwarnai diskusi dan tanya jawab dengan Tim Dokter Spesialis (30/10/23).

AMBAE.co.idMakassar. Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day yang diperingati setiap tanggal 29 Oktober tidak dilewatkan begitu saja RSKD Dadi Sulsel (Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan). Di penanggalan 30 Oktober 2023 yang bertepatan hari Senin, manajemen rumah sakit menggelar kegiatan bertajuk edukasi.

Rill-nya, keluarga pasien yang berkunjung ke RSKD Dadi Sulsel diedukasi terkait penyakit stroke. Mulai dari gejalanya hingga dampak yang ditimbulkan bilamana diabaikan sedemikian rupa.

“Alhamdulillah kemarin kita laksanakan kegiatan untuk mengedukasi para keluarga pasien. Khususnya penyakit stroke yang bertautan dengan keberadaan pasien di RSKD Dadi Sulsel ini,” ungkap Andi Nurseha selaku Kepala Bidang Humas, Hukum dan Pemasaran RSKD Dadi Sulsel, Selasa (31/10/23).

Antusiasme masyarakat yang didominasi keluarga pasien cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung cukup alot dengan dalih ingin memahami lebih dalam penyebab terjadinya stroke.

“Kita semua berharap dijauhi dari yang namanya penyakit stroke. Butuh pembiasaan pola hidup sehat, ini yang susah dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa untuk mewujudkan pola hidup sehat, penting adanya komitmen yang ditanamkan sejak dini. Nurseha juga membeberkan tema World Stroke Day tahun 2023 yakni Together we can be atau Bersama kita bisa.

Read:  Sebulan Penuh Monumen Mandala Membiru Untuk Memperingati Hari Peduli Autis Sedunia

Kegiatan edukasi yang dihelat di Ruang Tunggu RSKD Dadi Sulsel menghadirkan Tim Dokter Spesialis Syaraf yakni Dr Ramlian, Dr Supardin, Dr Imelda dan Dr A Evi. Selain itu manajemen RSKD Dadi Sulsel mensinergikan dengan Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS).

Adapun materi yang disampaikan merujuk pada pentingnya menjaga kesehatan. Demikian halnya bahaya stroke dan pencegahan stroke dengan menerapkan pola hidup sehat pada diri pribadi, keluarga dan bermasyarakat.

Read:  Monumen Mandala Potensial Jadi Wisata Edukasi

Tim dokter bersama Tim PKRS sendiri menitipkan pesan kiranya seluruh masyarakat dapat menghindari pantangan stroke. Membiasakan berperilaku hidup sehat, sebagaimana tema peringatan World Stroke Day, memberi pesan akan upaya kolektif/kolaboratif untuk mencegah stroke dan mengurangi faktor resiko terjangkit stroke.

RSKD Dadi Sulsel di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan pusat pelayanan Stroke (Stroke Center). Padanya dibebankan tanggung jawab untuk memaksimalkan pelayanan kasus-kasus stroke.

Read:  Ratusan Paket Sembako Disalurkan Disbudpar SulSel ke Sejumlah Travel Agent ASITA

Stroke merupakan penyakit kardiovaskuler yang terjadi akibat gagalnya suplai oksigen ke sel-sel otak yang beresiko terhadap kerusakan iskemik dan dapat menyebabkan kematian. Dilansir data Kemkes RI tahun 2015, kematian tertinggi kedua di dunia disebabkan stroke. (*)