
Dengan dialeg Bantaeng, dia membahasakan dalam Bahasa Makassar yang berarti “Syukur sekali Saya pak karena pak Professor ada/datang kembali, makanya kita dapat lagi rezeki”.
Rezeki dimaksudkan adalah uang tunai yang cukup besar nilainya. Hal itu sudah menjadi kebiasaan sang Professor sejak lama, diketahui NA pernah menduduki kursi Bupati Bantaeng selama 10 tahun (2008-2018).
Dibenarkan oleh Staf Khusus Gubernur SulSel, Bunyamin Arsyad. Kepada AMBAE menyampaikan jika kedatangannya itu, lebih untuk mempererat silaturahmi dengan warga Bantaeng.
“Pak Gubernur melihat kondisi terkini Balla Lompoa Bantaeng. Dan juga bersilaturahmi dengan warga yang sempat datang setelah mengetahui jika pak Prof ada”, terangnya.
Balla Lompoa tidak hanya menjadi situs budaya sebagai bangunan yang dulunya dijadikan sebagai kediaman sekaligus kantor Raja Bantaeng. Bangunan tercatat dalam sejarah sebagai eks Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng.
Kala itu Nurdin Abdullah menjabat Bupati Bantaeng. Tiba saatnya Rujab Bupati Bantaeng di Jalan Gagak Nomor 3, Kelurahan Pallantikang direnovasi. Maka diputuskan memindahkan untuk sementara waktu Rujab Bupati Bantaeng ke Balla Lompoa. (*)










