
“Kita harapkan pemberdayaan BUMDes untuk pemberdayaan petani kopi. Untuk pemasarannya jangan khawatir, KOMPAK akan terus memfasilitasi”, jelas Community Engagement Coordinator KOMPAK, Sarwansah Sahabuddin.
Diketahui KOMPAK di Kabupaten Bantaeng intens menggandeng startup dari Jakarta sebagai basis di hilir dalam pengembangan produk kopi Daulu dan juga brand kopi lainnya di daerah berjuluk Butta Toa (Tanah Tua) ini.
Sesuai mind streaming dari revisi RPJMDes ini, program dan kegiatan yang direncanakan didalamnya harus responsif gender, anak, disabilitas, stunting dan inklusif.
Termasuk kegiatan pengembangan kopi diharapkan melibatkan semua elemen masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.
Hal itu pun dibuktikan hingga kini dengan dominasi perempuan pada proses pembudidayaan, produksi dan pemasaran kopi. (*)
