KOMPAK: Responsif Gender Bukan Saja Perempuan

RPJMDes Bonto Jai.
Nur Fajri selaku Tim Ahli PMD mengarahkan Tim 11 Desa Bonto Jai metode revisi RPJMDes.

Pendampingan di Desa Bonto Jai itu dikomandoi Azlim Fitra selaku Tenaga Ahli PKAD (Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa). Tampil sebagai narasumber yakni Tenaga Ahli PMD, Nur Fajri serta Muzakkir dan Asruddin dari Pemkab Bantaeng.

Sementara itu Kepala Desa Bonto Jai, Amiluddin mengapresiasi kegiatan pendampingan dilakukan KOMPAK yang adalah program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia khususnya di Bantaeng.

Read:  Tingkatkan Promosi Wisata, Generasi Pesona Indonesia SulSel Bakal Hadirkan Tabloid

Pihaknya berharap kegiatan-kegiatan yang akan diaplikasikan lebih banyak melibatkan unsur kepemudaan dan anak baik perempuan maupun laki-laki untuk lebih memajukan wilayahnya. Meski begitu untuk tingkatan umur lainnya juga akan mendapat ruang partisipasi.

Diketahui bahwa revisi RPJMDes sesuai Permendagri Nomor 44 Tahun 2018 hanya bisa dilakukan jika terjadi keadaan kahar atau terjadi pergantian kepemimpinan yang melahirkan kebijakan baru.

Read:  SulSel Jadi Rujukan UNILAKI Belajar Pengembangan Pariwisata

Sejalan itu, Asruddin dan Nur Fajri dalam pemaparannya hari itu menegaskan kepada Tim Perumus yang tak lain adalah aparatur desa untuk jeli melihat, membaca serta membedah visi, misi serta program unggulan Pemkab Bantaeng yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD. (*)