
Syamsuniar Malik selaku Sekretaris III PKK SulSel yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa Kandore dipilih Lies karena pakaian tersebut memang benar adanya sebagai satu dari sekian banyak pakaian adat khas dari SulSel.
“Alhamdulillah busana yang dikenakan Ibu mendapat apresiasi. Ibu tambah cantik malah”, ungkap Syam.
Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran pada Dinas Pariwisata SulSel itu menambahkan bahwa penggunaan busana Kandore pada lomba itu bagian dari upaya PKK SulSel mempromosikan pariwisata untuk dikenal lebih luas lagi khususnya wisata budaya.
“Bentuk peran PKK mengenalkan potensi wisata SulSel salah satunya dengan mengikutsertakan penggunaan pakaian adat untuk lomba baik lokal, regional maupun nasional sampai pada level internasional”, ujarnya.
Perayaan HKG PKK tahun ini memberi semangat lebih kepada kontingen SulSel yang menyertakan Pengurus dan Kadernya dari 24 Kabupaten/Kota yang ada.
Sehari sebelumnya pada Pembukaan HKG PKK, Rabu, 24 Juli 2019, SulSel meraih 3 gelar juara yakni Juara I kategori Lomba Hatinya PKK, Harapan I kategori Lomba Tertib Administrasi serta Harapan III untuk kategori Lomba IVA Test.
Ditambah Juara Upakarti Utama Pertama kategori Hatinya PKK Tingkat Desa. Diterima Liestiaty F Nurdin hari ini, penghargaan tersebut diberikan kepada Desa Tapong, Kabupaten Enrekang. (*)
