
Kegiatan yang bertepatan dengan Car Free Day itu kata Syamsuniar Malik, diharapkannya agar masyarakat SulSel pada khususnya tidak melewatkannya begitu saja.
Pasalnya peserta diharuskan mengenakan pakaian adat karena tema dan nama lombanya pun adalah “Lomba lari kategori pakaian baju adat”.
“Tentu masyarakat yang ikut menonton akan disuguhi ragam penampilan pakaian adat. Ini juga dengan sendirinya akan menjadi strategi promosi wisata”, ujarnya.
Event itu akan diisi pula dengan senam zumba, pertunjukan seni budaya tradisional SulSel, band performance, hiburan dan doorprize.
Syamsuniar Malik yang ditemui AMBAE di Ruang kerjanya di Dispar SulSel, Rabu (24/07/19) mengajak warga provinsi di Timur Indonesia ini tak henti-hentinya mengenalkan kebudayaan SulSel.
Salah satu caranya kata dia dengan tidak malu mengenakan pakaian adat. Makanya Dispar menggelar kegiatan tersebut untuk lebih memacu lagi kecintaan terhadap pakaian adat SulSel. (*)
