Tari Akkarena Dari Bantaeng Pukau Ribuan Anak di Fort Rotterdam

Penutupan FAN 2019.
Pemusik yang mengiringi Tari Akkarena dari Bantaeng juga adalah kalangan anak.

Sementara itu, Kasi Pengumpulan Data dan Pengarus Utamaan Gender (PDPUG) pada Dinas PMDPPPA Kabupaten Bantaeng, Rosnaeni menerangkan jika fenomena yang terjadi pada kalangan anak saat ini sangat merisaukan dirinya.

Dia yang turut mendampingi sedikitnya 52 anak dari Bantaeng pada kegiatan FAN hingga HAN berharap gadget tidak semakin membudaya dan merusak perilaku anak kita yang enggan lagi bermain tanpa ponsel.

“Saya harap orang tua selektif dan membatasi penggunaan ponsel pada anaknya. Kalau permainan rakyat ini kembali kita biasakan seperti di era kita puluhan tahun silam, Saya optimis akan banyak perubahan kualitas pada anak kita”, ujarnya.

Meski begitu, dia juga tidak ingin anak-anak termasuk anak Bantaeng justru tidak mengikuti perkembangan zaman. Hanya saja perlu pembatasan, filterisasi serta penerapan bimbingan orang tua yang lebih aktif lagi.

Read:  Ratusan Perempuan dan Anak Rutan Klas I Makassar Keciprat Bantuan DP3ADaldukKB SulSel

Tari Akkarena mendapat apresiasi penuh dari seluruh tamu undangan yang hadir. Tampak diantaranya Wakil Gubernur SulSel, Andi Sudirman Sulaiman, Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb serta para legislator SulSel dan Kota Makassar.

Hebatnya lagi, malam penutupan FAN itu dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Susana Yembise serta Menteri Tenaga Kerja, Pelayanan Sosial dan Keluarga Republik Turki, Zehra Zumrut Selcuk.

“Jadilah Pelopor dan Pelapor, anak-anakku sekalian yang akan mengubah masa depan bangsa dan negara kita Indoensia menjadi lebih baik lagi”, tutur Menteri yang akrab disapa Mama Yo sekaligus Pembina Forum Anak Nasional. (*)